Beredarnya Video Money Politic, Tim AGK-YA : Ini Hanya Skenario

/ Jumat, 19 Oktober 2018 / 16.59

Sukardi Marsaoly (Sekretaris Tim Brigade Satu Hati AGK-YA)

TERNATE – Viralnya video dugaan money politic di media sosial (Medsos) yang dituduhkan ke  pasangan petahana KH. Abdul Ghani Kasuba dan Ir. M. Al Yasin Ali (AGK-YA). Hal itu ditanggapi Sekretaris Tim Brigade Satu Hati AGK-YA, Sukardi Marsaoly, bahwa beredarnya video money politic ada skenario yang sengaja dimainkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuat Pilkada Maluku Utara menjadi gaduh.

Menurut Sukardi Marsaoly, mengenai perihal money politic yang konon katakannya dilakukan oleh tim AGK-YA di dibeberapa waktu lalu saat berlangsungnya proses pemungutan suara ulang (PSU) pada tanggal 17 Oktober 2018 di Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), dan Kecamatan Taliabu Barat. Maka tuduhan itu tidak mendasar karena bisanya ini di skenario oleh pihak-pihak tertentu, untuk menjatuhkan atau sengaja menghalang-halangi kemenangan AGK-YA.

“ Bisa saja ini sebuah skenario oleh pihak-pihak tertentu atau tim lawan dengan sengaja memberikan uang kepada orang lain, kemudian mereka sendiri melakukan video dan diatur seakan-akan hal itu dari AGK-YA, duga Sukardi Marsaoly saat di konfirmasi media ini. Jumat (19/10/2018).

Tak hanya itu, ia juga mengklarifikasi beredarnya foto calon gubernur petahana KH. Abdul Ghani Kasuba sedang memberikan uang kepada warga yang sedang sakit, namun pemberian uang dilakukan calon petahana tidak berkaitan dengan PSU. karena yang sangkutan meminta bantuan untuk biaya pengobatan, dan proses PSU sudah selesai dilaksanakan.

“Soal pemberian uang itu sesudah PSU pada tanggal 18 Oktober, dan itu dihadiri oleh pimpinan daerah, karena telah selesai PSU dan itu hanya membantu warga yang sedang sakit berat,” jelas Sukardi Marsaoly.

Lanjut Sukardi, beredarnya video itu, sebelumnya sudah diklarifikasi KH. Abdul Gani Kasuba pada acara konferensi kemenangan AGK-YA di Hotel Batik Ternate kemarin. Menurut AGK,  uang yang diberikan kepada masyarakat sesudah PSU dilakukan, dan hanya membantu warga yang sedang sakit, sementara uang berikan ditempat itu juga ada pihak Bawaslu, Kapolda, Ketua DPRD Provinsi, Forkompinda, namun terlebih dahulu pihaknya meminta izin, sebelum uang itu diberikan kepada orang lagi sakit.

“Saya berikan uang itu, pasca PSU demi membantu warga yang sakit, disitu ada Bawaslu, Kapolda, Ketua DPRD Provinsi Malut dan Forkompinda,” tegasnya Sukardi sembari mengkutip ucapan AGK saat konferensi kemarin di gelar.

Ia menuturkan, dugaan atau tuduhan money politic ke tim AGK-YA juga patut dipertanyakan, jika itu benar kenapa pada tanggal 16 Oktober 2018, atau sebelum itu terjadi tidak dilaporkan kepada PPL, Panwascam atau Bawaslu Kabupaten maupun ke Bawaslu Maluku Utara agar ditindak, namun fakta ternyata hal itu tidak dilaporkan.

“Mengenai dengan menyebarkan video tersebut agar dikroscek lebih baik, sebab itu adalah bagian dari ujaran Kebencian, kemudian kepada masyarakat Maluku Utara, khususnya kepada tim relawan AGK-YA saya ucapkan terima kasih atas dukungan sehingga terlaksananya PSU dengan baik di Sanana, Taliabu dan 6 Desa Halut Halbar,” ucap Sukardi.

Sukardi juga menegaskan, agar suadara Abdul Rahim Fabanyo, dan Juru bicara AHM-Rivai Sawaludin Domopolii, agar segera meminta maaf atas postingan yang mereka bagikan ke media sosial, apabila tidak meminta maaf, maka pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Polda Maluku Utara.

“ Saya akan laporkan ke Polda Maluku Utara, jika mereka berdua tidak meminta maaf kepada tim AGK-YA, terkait postingan mer)eka di FB” tegasnya. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini