Kalah di Pilgub, AHM-Rivai Belum Legowo

/ Sabtu, 20 Oktober 2018 / 22.27
Cawagub Dr. Rivai Umar (Kaos Abu-Abu) bersama Alien Mus didampingi Tim Hukum AHM-Rivai Abdullah Kahar (Foto : Alfatah Ibrahim)

TERNATE - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) nomor urut 1, Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-Rivai) belum legowo menerima kekalahan. Setelah pasangan calon KH. Abdul Ghani Kasuba dan Ir. M. Al Yasin Ali (AGK-YA) memenangi Pilkada Maluku Utara melalui pemungutan suara ulang (PSU) yang dilaksanakan tanggal 17 Oktober 2018 lalu.

Meskipun pasangan AHM-Rivai unggul tipis dari pasangan petahana dalam perolehan suara di PSU yang dilaksanakan di tiga daerah, Yakni Enam (6) Desa, Kabupaten Halbar, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepsul dan Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu.

Akan tetapi, Berdasarkan hasil perolehan suara PSU, AHM-Rivai unggul 12.316 suara dari pasangan AGK-YA yang hanya meraup 9.224 suara. Namun pasangan AHM-Rivai yang diusung Partai Golkar dan PPP tetap kalah dari calon petahana yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Pasalnya, pasangan AGK-YA memiliki sisa suara atau saldo perolehan suara, setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebanyak 167.378. sedangkan, pasangan calon AHM-Rivai mengantongi perolehan suara 163.229. apabila perolehan kedua pasangan calon ini di gabung dengan perolehan suara PSU, maka total perolehan kedua pasangan calon secara keselurahan masing-masing adalah, AHM-Rivai memperoleh 175.545 suara sedangkan pasangan AGK-YA  memperoleh 176.602.

Kendati AHM-Rivai yang menempati urutan kedua pemenang Pilkada Malut di bawah paslon nomor urut 3, AGK-YA dengan selisih suara 1.057. namun paslon AHM-Rivai masih akan melakukan upaya hukum terkait sejumlah pelanggaran yang ditemukan.

Hal itu diungkapkan Wakil Calon Gubernur Malut, Rivai Umar  saat di temui awak media di kediaman calon Gubernur Ahmad Hidayat Mus di jalan Arnold Momonutu  Ternate, Sabtu (20/10).

Rivai  Umar yang didampingi Ketua DPD Partai Golkar Malut,  Alien Mus dan kuasa Hukum AHM-Rivai, Abdullah Kahar. Ia menyatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum berkaitan hasil pelaksanaan Pemilihan suara ulang (PSU) pada tanggal 17 Oktober 2018 kemarin. Karena banyak sekali pelanggaran yang terjadi secara masif baik dari kubu lawan maupun pihak keamanan. Menurutnya,  intervensi pihak keamanan dalam pelaksanaan PSU sangat terlihat jelas. Dimana,  pihak Polda Malut dalam menurunkan personil anggota cukup banyak di daerah pelaksanaan PSU.

“ Ini pesta demokrasi tanpa pihak keamanan pun PSU tetap akan terselenggara, kehadiran pihak keamanan hanya membuat masyarakat di wilayah PSU menjadi tertekan karena semua hal di kawal bahkan tidak jarang masyarakat yang memilih AHM-Rivai tidak dibiarkan berjalan bebas tidak sama dengan masyarakat yang memilih paslon yang lain,” ujar Rivai Umar.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Malut  Alien Mus menuturkan, perlakuan  tim AGK-YA jelas telah mencederai nilai demokrasi yang ada, pihaknya tidak menerima akan kekalahan ini.

"Kami akan tetap menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan yang seadil-adilnya,  kami akan  melaporkan pelanggaran yang terjadi di wilayah PSU kepada Bawaslu Provinsi bahkan sampai ke tingkat pusat yakni,  Bawaslu Pusat hingga ke Mabes Polri,” tukas Alien.

Alien menyatakan, terkait hasil akhir PSU, ia sendiri tidak mempermasalahkannya, jika hal itu dilakukan dengan cara yang adil dan benar.

"Kami tim AHM-Rivai siap menang dan siap kalah, jika hal itu dilakukan dengan benar, namun kenyataannya kekalahan kami merupakan kekalahan yang tidak adil dengan ditemukannya sejumlah pelanggaran, maka kami tetap tidak menerima kekalahan ini,” ungkap Alien Mus.

Pada kesempatan itu pula, Kuasa Hukum AHM-Rivai, Abdullah Kahar juga menambahkan, sejumlah pelanggaran yang terjadi telah di laporkan ke Bawaslu secara resmi tinggal menunggu proses dari Bawaslu terkait laporan yang disampaikan.

"Kami telah melaporkan pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan PSU kepada Bawaslu Provinsi, dan harapannya Bawaslu dapat segera memproses laporannya,” pungkasnya. (Ata)
Komentar Anda

Berita Terkini