MUI Bersama Dirjen IPK Gelar Dialog Literasi Media Digital

/ Sabtu, 06 Oktober 2018 / 02.02
Dialog Literasi Media Digital
TERNATE - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) bekerja sama dengan Komunikasi dan Informatika, menggelar dialog literasi media digital dengan tema "Taat beragama bergaul harmonisasi dan sopan berkomunikasi" bertempat di Batik Hotel Jl. Kapitan Patimura stadiun, Ternate Tengah, Maluku utara. Jumat (05/10/2018)

Dialog yang diikuti oleh 100 peserta itu mengfokuskan sasaran utama yakni menjaring para peserta dari sekolah pesantren, mahasiswa perguruan tinggi, yang memiliki kriteria dengan umur 17-30 meiliki akun medsos, di antaranya Facebook Instagram Twitter dan aplikasi medsos lainya, kemudian dengan dinamakannya Generasi Milenial,

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Umum MUI Maluku Utara, Direktur tata kelola dan kemitraan komunikasi dan informatika, Anggota Komisi fatwa MUI Pusat, praktisi media sosial, dan kepala seksi kemitraan komunikasi media.

Komisi Infokom MUI Pusat, Iroh Setijahro mengatakan, harapanya agar dari peserta yang ada, nantinya dalam bermuamalah di media sosial (Medsos) itu dapat di lakukan dengan baik, serta harmonis, sehingga bisa menimbulkan kemanfaatan bagi ummat.

Menurutnya, Dengan adanya kegiatan yang di gelar ini diharapkan agar anak-anak muda dapat berkontribusi di media sosial dengan mengshare atau membagi hal-hal yang bersifat positif dan bermanfaat.

"Kita harus betul-betul menyaring sebuah informasi ada tidak kemanfaatanya? Apakah Sudah tabayun dan sudah di konfirmasi atau belum, apakah berita itu betul adanya. Baru bisa di share" Ujarnya.

Lanjut Iroh, Anak-anak mudah adalah next generation yang akan memimpin negara ini, jadi itu harapanya kontribusi dari MUI yang bekerja sama degan kominfo dengan tujuan untuk memberi kebaikan pada generasi mudah.

Sementara itu, Kasubdit kemitraan komunikasi publik direktorat jenderal informasi dan komunikasi publik, Helmi Hafid menambahkan, tentang informasi mengenai berita-berita hoax yang saat ini banyak sekali di media sosial (Medsos) pertama-tama harus kita cek betul sumbernya.

"Bentuk hoax itu ada dimana-mana, Jadi tinggal bagaimana kita dewasa dalam harus menyikapi hoax. Semua sudah di atur, siapa yang menyebarkan itu pasti akan ada dampak hukum,"Ujarnya

Harapanya, dengan kehadiran pemerintah seperti yang kita lakukan ini, pastinya berdampak langsung ke masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Sehingga peserta yang hadir hari ini, dapat membagi pengetahuan yang di dapat kepada masyarakat agar dapat mempergunakan Medsos dengan bijak.

Untum diketahui, Kegiatan dialog literasi ini akan dilaksanakan di berbagai daerah. Salah satunya adqlah ternate, dan besok akan berlangsung di Manado, minggu berikut yang terahir di Ambon. Sebelumnya sudah di cirebon, riau, dan daerah lainya. Tutupnya.(cul)
Komentar Anda

Berita Terkini