Objek Wisata Batu Kapal Dikeluhkan Warga

/ Senin, 22 Oktober 2018 / 21.34
Kepala penanggung jawab PT. MJPL, Riki
MINSEL - Objek wisata Batu Kapal yang berlokasi di Desa Sapa, Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan tidak lagi di kunjungi warga setempat.

Pasalnya, destinasi wisata batu kapal yang merupakan ikon pariwisata masyarakat Minahasa Selatan boleh dikatakan beralih fungsi semenjak  hadirnya aktivitas proyek pabrik gas oleh PT. Mega Jaya Prima Lestari di Area Batu Kapal. Kini  masyarakat kini tak ada lagi yang berkunjung.  

Hal itu disebabkan  akses untuk sampai ke objek wisata batu kapal melalui satu jalur  yaitu  melewati jalan area Perusahaan. Bahkan, warga yang berkunjung ke wisata batu kapal sudah di batasi karena sudah di pagari oleh perusahan PT. Mega Jaya Prima Lestari.

Sementara situs objek Batu Kapal terletak paling tengah atau tepatnya di tepi pantai pabrik gas tersebut.

Dengan adanya larangan PT. Mega Jaya Prima Lestari untuk melintasi jalur menuju ke objek wisata batu kapal. Hal ini membuat warga mengeluh agar pihak Perusahaan PT. Mega Jaya Prima Lestari dapat  memberikan akses ke lokasi tersebut.

"Situs Batu Kapal itu adalah lokasi wisata bagi masyarakat Minsel, jika hari libur kami sering datang ke lokasi itu, namun sayangnya semenjak perusahan Gas beroperasi di wilayah Batu kapal, kini sudah tak lagi sebebas seperti sebelumnya, untuk akses ke lokasi hanya satu jalan, yang kini sudah di Pagari oleh perusahan," keluh Rafly Paputungan warga Desa Sapa timur.

Sementara Kepala penanggung jawab PT. MJPL, Riki  kepada media ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya membuat jalan alternatif yang bisa sampai ke lokasi wisata batu kapal.

‘’Kami tahu bahwa masyarakat, sering menjadikan situs batu kapal ini sebagai objek wisata, tempat untuk berlibur, kami pihak perusahaan sudah memikirkan hal ini, kami sudah merencanakan akan membuat jalan alternatif, di samping pagar perusahaan, namun tetap di kontrol oleh pihak kami, karena mengingat tabung penampung gas nya sangat sensitif dengan benda yang bisa menimbulkan bahaya, contoh barang-barang yang tidak boleh di Bawah misalkan korek api, dan benda-benda yang mudah meledak. nanti di depan akan kami terapkan papan larangan," ujar Riki (Ir)
Komentar Anda

Berita Terkini