Pelaku Pembabatan Mangrove di Matani, Terancam 10 Tahun Penjara

/ Minggu, 14 Oktober 2018 / 21.37
Pohon mangrove yang dibabat di desa Matani, Minsel (Foto: Irham Damopolii)

MINSEL - Hutan mangrove adalah  salah satu Sumber Daya Alam yang mempunyai fungsi produksi, perlindungan, dan pelestarian alam. Selain itu, mangrove merupakan suatu ekosistem yang sangat unik, yaitu sebagai penyambung (interface) antara ekosistem daratan dengan ekosistem lautan.  

Magrove juga berfungsi sebagai pencegah intrusi air laut ke daratan, penyangga terhadap sedimentasi yang datang dari daerah daratan ke lautan. 

Ironisnya, ratusan pohon mangrove di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tepatnya pesisir pantai dan muara Desa Matani di babat habis.

Berangkat dari kondisi ini,  wartawan media ini pun melakukan investigasi ke lapangan. Alhasil, Malonda salah seorang yang mengaku pemilik lahan membantah bahwa dirinya tidak melakukan penebangan mangrove, namun yang di tebang. Menurutnya adalah pohon biasa.

"Kami tidak menebang mangrove, yang kami tebang adalah pohon biasa, silakan kalian cek sendiri," ujar Malonda kepada wartawan media ini.

Untuk memastikan hal itu,  wartawan media ini mendatangi lokasi tersebut, namun  di dapati ratusan pohon mangrove habis di tebang di pinggiran pantai dan Muara.

Setelah di konfirmasi kembali, akhirnya Malonda pun mengaku. "Itu di lahan saya, jadi tidak ada masalah menurut saya, lagi pula ini juga rekomendasi dari Hukum Tua (kepala Desa)," tutur Malonda.

Hukum Tua (Kepala Desa) Matani, Herm Lamia, saat ditemui di rumahnya membantah tudingan tersebut, justru dirinya tidak tahu menau tentang aktivitas penebangan tersebut.

"Ya memang Pak Malonda datang ke saya, dia menanyakan masyarakat saya yang bisa melakukan penebangan, namun yang dia katakan bukan penebangan mangrove, saya tidak tau kalau yang di tebangnya adalah mangrove, kalau saya tahu pastilah saya cegat," jelasnya Herm Lami.

Sementera Kasat Reskrim Polres Minsel AKP. Arie Prakoso pada media ini, Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku.

"Kami sudah turun ke lokasi, dan memang benar kami dapati puluhan pohon mangrove habis di babat, kami akan memangil para pelaku untuk di periksa, jika terbukti melakukan pelanggaran. Maka kami akan kenakan hukuman berdasarkan Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, disebutkan, penebangan pohon di wilayah 130 kali jarak pasang laut terendah dan pasang laut tertinggi, dilarang dan terancam pidana, atau juga sesuaiPasal 50 huruf a, b, c jo Pasal 78 ayat 1 dan 2 UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," tegasnya. (Ir)

Komentar Anda

Berita Terkini