Blokade Jalan, Demonstran Minta Sikap Gubernur Malut

/ Kamis, 22 November 2018 / 19.18
Massa Unas yang mendatangi kediaman Gubernur Malut di jalan Kapitan Pattimura, Kalumpang, Kota Ternate Tengah

TERNATE -  Mahasiswa  menuntut Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera menaikkan harga Kopra  anjlok saat ini.

Ribuan demonstran yang tergabung terdiri berbagai universitas di Maluku Utara seperti IAIN Ternate, UMMU, Unkhair Ternate, STKIP Ternate dan kampus lainnya memblokade jalan utama kantor eks gubernur Maluku Utara di Jalan Pahlawan Revolusi selang beberapa jam kemudian massa selanjutnya melakukan aksi ke kediaman Gubernur Maluku Utara yang terletak di Jalan Kapitan Pattimura, Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate.

Massa yang menduduki rumah dinas kediaman gubernur minta orang nomor satu di provinsi Maluku Utara Gubernur KH. Abdul Ghani Kasuba menemui mereka untuk mengetahui sikap Pemprov Maluku Utara mengenai anjlok nilai jual kopra.

“ Kami akan menunggu sampai Gubernur Maluku Utara datang dan menyampaikan sikapnya soal  persoalan dengan harga komoditas kopra yang terpuruk di Maluku Utara, karena ini sangat mempengaruhi nilai ekonomi masyarakat dan berimplikasi pada biaya pendidikan anak-anak masyarakat yang tengah berstudi," teriak Nurcholis Djulfikar salah satu orator perwakilan Pusmat, di depan kediaman Gubernur Malut, Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah. Kamis (22/11/2018).

Pantauan media ini, massa yang berasal dari berbagai universitas ini mengenakan pakaian almamater masing-masing dan menyanyikan lagu perjuangan Indonesia.

Sementara itu, ratusan aparat kepolisian disiagakan untuk mengamankan aksi mahasiswa yang melebur dalam Koalisi Perjuangan Rakyat Maluku Utara.

Saat ini jalan utama depan kediaman Kelurahan Kalumpang telah diblokir dan tidak bisa dilewati kendaraan. Di depan kompleks kediaman gubernur telah bersiap kepolisian beranggotakan ratusan personel yang melengkapi diri dengan tameng juga disiagakan satu unit water canon untuk menangani massa jika terjadi kericuhan
Hingga massa melakukan hearing dengan perwakilan pemprov, setelah itu massa membubarkan diri dengan tertib. (cul).

Komentar Anda

Berita Terkini