Dinas Dukcapil Minsel Sudah Menerbitkan KIA Mencapai ribuan

/ Selasa, 20 November 2018 / 19.35
Corneles Mononimbar (Kadisdukcapil Minsel)

MINSEL - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Corneles Mononimbar, menyatakan saat ini pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) sedang dilaksanakan.

“ Pelayanan sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi membludaknya pembuatan Kartu Identitas Anak ini.  untuk Kartu KIA sudah dicanangkan secara Nasional tahun 2017, namun untuk tahun 2017-2018 harus diikuti oleh seluruh Kabupaten Kota sampai 2020,” Corneles Mononimbar kepada wartawan media ini. Selasa (20/11/2018).

Ia menyatakan program KIA untuk Minahasa Selatan sudah jalan sejak Bulan Januari 2018 sampai saat ini. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.


Adapun syarat dan proses pembuatan KIA, yakni  persyaratan untuk membuat KTP anak 5-17 tahun (kurang sehari) adalah harus memiliki akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK) dan melampirkan foto ukuran 2×3.

Lanjutnya, proses pembuatan KIA sendiri berlangsung dalam dua tahap yaitu untuk anak yang berumur 0-5 tahun diberikan KIA yang tidak disertai foto. Setelah anak berumur 5-17 tahun (kurang sehari) diberikan KIA dengan menampilkan foto pemilik kartu.

Selanjutnya, setelah anak berumur 17 tahun diganti dan diterbitkan KTP elektronik. Karena proses pengurusan dan penerbitan KIA tersebut sekaligus akan diterbitkan pula akta kelahiran anak dan juga kartu keluarga (KK) orang tua. Karena penerbitan KIA dilakukan setelah penerbitan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai dasar penerbitan akta kelahiran dan kartu keluarga, dan input Kartu Identitas Anak tak menunggu waktu lama setelah disosialisasikan dan diterima masyarakat.


“ Jumlah kartu KIA sudah terbit kurang lebih 5000 yang telah dicetak dari sekitar 60.000 anak usia dibawa 17 tahun di Kabupaten Minahasa Selatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, mengenai manfaat kartu KIA, anak memiliki identitas diri karena telah terintegritas langsung dengan keluarganya.

"Sangat manfaat terutama perlindungan hukum kepada setiap warga negara, supaya ketika anak ada kecelakaan (contoh) dia ada identitas dan diterima oleh BPJS, ketika dia sudah melakukan perekaman dia sudah terintegritas dengan keluarganya supaya orang bisa tahu siapa orang tuanya,” papar Mononimbar.

“ KIA juga memberikan hak kepada anak dalam beberapa fasilitas, misalnya pengurasan sekolah, pengurusan keimigrasian, dan kepengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS, administrasi untuk kepentingan anak dan lain-lain,” sambungnya.

Diketahui pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) tidak dipungut biaya.

“ Minsel sendiri sudah mencetak kurang lebih 5000 KIA. Dan kegiatan ini di sosialisasikan dengan cara mengajak masyarakat agar melakukan pembuatan kartu identitas anak,” ujarnya. (Ir)

Komentar Anda

Berita Terkini