Gubernur dan DPRD Malut Tutup Mata Atas Jeritan Petani Kopra

/ Kamis, 15 November 2018 / 19.19


TOBELO - Harga komoditi kopra yang saat ini mencekik petani. Menuai sorotan dari Ketua Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM)  Kabupaten Halmahera Utara.

Menurut  Mahmud Lasidji, harga kopra di seluruh kabupaten harus sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten sehingga harga komuditi produk unggulan daerah bisa stabil.

“ Jika tidak ada penyamaan persepsi antara Pemprov dan Pemkab dalam suatu regulasi untuk mengatur harga komoditi produk unggulan di masing-masing daerah. maka saya jamin, masyarakat khususnya petani tetap akan menderita dengan patokan harga dari para pengusaha,” tandas Lasidji kepada wartawan media. Kamis (15/11).

Kondisi kekinian Gubernur dan DPRD Provinsi harus lihai melihat persoalan ekonomi yang berimbas pada sosial masyarakat pada umumnya.

Karenanya,  ungkap Lasidji, perlu adanya Perda yang di keluarkan oleh Provinsi yang mengatur harga komoditi unggulan. Misalnya Kopra, Pala dan Cengkeh yang di jalankan oleh Perusda masing-masing daerah yang induknya pada Perusda Provinsi. Sebab, selama ini dana penyertaan modal untuk Perusda pengelolaannya tidak jelas dan gagal dari sisi tujuan yang seharusnya mengambil andil dalam mensejahterakan masyarakat, bahkan gagal dalam menganalisa input pendapatan asli daerah untuk berkontribusi ke Kabupaten setempat.

“ Jika Pemprov yang mengatur seluruhnya maka perekonomian dan kesejahteraan petani akan terjamin. Sehingga para petani tidak bisa menyalahkan pemerintah kabupaten. Sebab mereka tidak punya wewenang  untuk mengambil langkah terkait harga kopra dan produk unggulan lainnya."jelas Mahmud.

"Kami berharap Gubernur atau DPRD  provinsi jangan tutup mata atas tangisan dan jeritan masyarakat. Dan secepatnya mengatur regulasi yang di maksudkan. Dan secepatnya bisa di buat perdanya. Baik atas inisiatif DPRD Provinsi maupun perda yang di usulkan oleh Pemprov. Jika dalam tahapan ada kendala, setidaknya ada Instruksi Gubernur,” ujarnya. (zha)

Komentar Anda

Berita Terkini