Gunakan Metode Perangkingan, Menpan RB Buka Kembali Seleksi CPNS Tahap Dua

/ Jumat, 23 November 2018 / 02.48
Sura Husain (BKPSDM Kota Tidore)
TIDORE - Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Tidore Kepulauan beberapa waktu lalu  menuai hasil tidak maksimal. 

Pasalnya, ratusan peserta seleksi tidak lulus dalam mengikuti tes CPNS karena target Passing Grade (PG) yang ditentukan sangat tinggi.  Dengan begitu,  para pelamar yang tidak lulus diberikan peluang oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk mengikuti CPNS Tahap kedua menggunakan metode perangkingan.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tidore  Kepulauan Sura Husain menyatakan, pelaksanaan seleksi ini didasarkan pada Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

“Saat ini kami sedang melakukan perekapan berdasarkan perangkingan yang dihitung dari akumulasi TIU, TWK dan TKP secara keseluruhan. Karena standar nilai yang ditetapkan itu minimal 255 untuk pelamar umum, dan K2 harus mencapai nilai secara keseluruhan adalah 220. Jadi bagi peserta yang kemarin ikut seleksi kemudian nilainya memenuhi standar yang ditentukan maka mereka yang akan masuk dalam pelaksanaan seleksi ke dua,” jelas Sura Husain kepada media ini. Kamis (22/11/2018).

Sura menjelaskan untuk penentuan peserta yang nantinya akan mengikuti seleksi ke dua, akan diambil tiga terbaik dari masing-masing formasi, setelah itu akan diputuskan secara langsung melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang pelaksanaan seleksi CPNS.

“Untuk Jadwal pelaksanaan seleksi ke dua ini kami belum bisa pastikan kapan akan dilakukan, karena sejauh ini BKN belum putuskan. Lagi pula saat ini para admin sedang melakukan rekon di Jakarta, dan untuk Tidore masuk pada gelombang ke dua,” ungkapnya.

Demikian, kata Sura Husain, kuota CPNS yang ditentukan untuk Kota Tidore Kepulauan sebanyak 250 orang, dan apabila dalam pelaksanaannya Kota Tidore Kepulauan dinyatakan lulus 100%, namun belum tentu semua kuota yang dibutuhkan akan ikut terisi. 

Sebab  saat ini ada 8 kuota yang minim pendaftar seperti K2 yang ditentukan kuotanya sebanyak 12 orang, namun pelamarnya hanya 7 orang, begitu pun dengan dokter gigi yang dibutuhkan 5 orang namun yang terisi hanya 2 orang.

“Kalau seandainya 100% lulus maka Kuota yang terisi hanya 142 dari 250 orang yang dibutuhkan, hal itu dikarenakan adanya Formasi yang tidak terisi sehingga tidak bisa dialihkan,” ujarnya. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini