Harga Kopra Anjlok, Petani di Minahasa Selatan Menjerit

/ Rabu, 14 November 2018 / 22.15

Jenny Johana Tumbuan (Ketua DPRD Minsel)

MINSEL -  Petani di Minahasa Selatan mengeluhkan anjloknya harga kopra yang turun drastis. Kondisi itu bukan hanya terjadi di Sulawesi Utara (Sulut), namun dampak dari anjloknya harga kopra juga di rasakan oleh masyarakat petani Maluku Utara.

Data yang pantuan media ini, anjloknya harga kopra membuat petani menjerit per 100 kilogram menyentuh Rp. 400 ribu, atau Rp 4.000 per kilogram. Dengan begitu, normalnya harga kopra biasanya berada di angka Rp 1 juta per 100 kilogram atau Rp 10 ribu per kg terhitung sejak petengahan 2017.

"Kami sangat berharap pemerintah bisa melihat situasi kondisi petani kelapa, nasib kami bergantung pada harga kopra," ujar martinus petani kopra di Desa Teep.

  
Anjlok harga komoditi kopra sangat disesalkan petani, karena pemerintahan saat ini  tak dapat mengintervensi pasar.

Meskipun demikian, Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan mengatakan, harga kopra turun menyesuaikan dengan harga pasar dunia.

"Kondisi sekarang memang harga di bawah, kami juga sebagai wakil rakyat berharap agar pemerintah pusat mampu melihat kondisi harga kopra saat ini, lepas dari itu kita menyesuaikan dengan harga pasar dunia," Jenny.

Hal senada diungkapkan Fraksi PAN Abdul Saman Katili, masalah harga kopra adalah masalah yang serius dan harus di perhatikan pemerintah pusat.

"Di sisi lain saya juga petani, sementara daerah Minahasa Selatan masyarakatnya mayoritas petani kelapa, yang sangat bergantung kehidupannya pada Kopra. Pemerintah Pusat diharapkan mampu melihat masalah ini dengan serius,” ujarnya.

Robby Sangkoy, Anggota Komisi III  DPRD Minsel, menambahkan, untuk permasalahan tentang Anjloknya harga Kopra, Pemerintah harus serius menanggapinya.

"Minahasa selatan adalah wilayah dengan penghasil Komoditi Kelapa, yang mengekspor kelapa terbesar di Sulut. Masalah ini harus di perhatikan Pemerintah, kalau perlu masyarakat bersama wakil rakyat turun ke jalan, kita Demo," tutur Rosa panggilan akrabnya. (Ir)



Komentar Anda

Berita Terkini