Jurhkam Minta Polisi Usut Kasus Pemukulan Wartawan

/ Rabu, 14 November 2018 / 00.00
Wartawan Maluku Utara saat melakukan unjuk rasa di Polres Ternate

TERNATE - Jurnalis Hukum Kriminal (Jurhkam) Maluku Utara mendatangi Kantor Polres Ternate, Selasa (13/11), melakukan unjuk rasa terkait dengan insiden pemukulan oknum wartawan Malut Post oleh massa pendukung pasangan calon Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-RIVAI) saat melakukan aksi di depan Kantor KPU Provinsi Maluku Utara Selasa (12/11) kemarin.

Aksi unjuk rasa untuk memberi dukungan kepada pihak kepolisian dalam mengusut tindakan kekerasan serta dugaan penganiayaan yang dilakukan massa pendukung AHM-RIVAI.

Koordinator Aksi, Sahmar  M. Zen menyampaikan, tindakan kekerasan serta penganiayaan yang dilakukan salah satu penduklung AHM-Rivai mencederai nilai-nilai kebebasan pers di Maluku Utara yang notabene dilindungi oleh undang-undang.

Lanjutnya, tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999. Tindakan tersebut jelas melawan hukum dan mengancam kebebasan pers.

“Tekanan dan tindakan kekerasan terhadap jurnalis akan menghalangi hak publik untuk memperoleh berita yang akurat dan benar karena jurnalis tidak bisa bekerja dengan leluasa di lapangan. Padahal jurnalis bekerja untuk kepentingan publik,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Ebamz itu mendesak agar pihak kepolisian Polres Ternate serius dalam mengusut perbuatan pidana  tersebut.

“Ini bukan pertama kalinya tindakan kekerasan dan penganiayaan dialami oleh wartawan. Kami minta kasus ini diproses sesuai prosedur yang berlaku agar menjadi pembelajaran terhadap orang lain yang selalu main hakim sendiri,” ujarnya (cul).

Komentar Anda

Berita Terkini