Kasus Penipuan Direktur RPI Resmi Dihentikan

/ Jumat, 30 November 2018 / 20.19
 Kapolres Tidore AKBP Dolly Heriyadi menyerahkan uang yang  dibawa kabur Direktur RPI kepada Walikota Tidore (Foto : Aidar Salasa)

TIDORE -  Polres Kota Tidore Kepulauan (Tikep) resmi menghentikan penyelidikan kasus penipuan sejumlah kepala desa yang dilakukan Direktur Rumah Pemberdayaan Indonesia (RPI) atas Ahmad Bayu.

Kasus ini dihentikan setelah adanya iktikad baik pelaku Ahmad Bayu mengembalikan sisa uang sebesar Rp. 952. 140.000  ke Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Pantauan media ini, Jumat (30/11), proses  mengembalikan uang ratusan juta rupiah dari Ahmad Bayu yang dilakukan Kapolres Tidore Kepulauan AKBP Doly Heriyadi kepada Walikota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim bertempat di ruang rapat Walikota.

Kapolres Kota Tikep AKBP Doly Heriyadi menyatakan sisa dana yang diamankan pihaknya dari Ahmad Bayu setelah adanya laporan dari Pemerintah daerah mengenai dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibawa kabur pelaku Ahmad Bayu, ungkap Doly Heriyadi dalam keterangannya kepada wartawan di Ternate, Jumat (30/11).

Lanjut Kapolres,  adanya laporan  tersebut pihaknya telah melakukan upaya-upaya hukum terkait dengan masalah keberadaan pelaku yang selama ini dilakukan pencarian di Makassar.

Justru pelaku keberadaannya terlacak di Provinsi Papua tepatnya di Wamena, selanjutnya Polres Tidore Kepulauan berkoordinasi meminta bantuan ke Polres Wamena untuk mengamankan saudara pelaku Ahmad Bayu.

" Keberadaan setelah diketahui kami minta bantuan ke Polres Wamena untuk mengamankan pelaku, dalam hal ini kami dapat mengamankan dana berjumlah Rp 952. 140.000  juta,"  beber Kapolres.

Adanya iktikad baik dari Ahmad Bayu untuk mengembalikan kerugian uang negara ke Pemkot Tikep sehingga dalam proses hukumnya dinggap selesai.

"Ada iktikad baik untuk mengembalikan kerugian uang negara ke Pemerintah Daerah. Ini sah-sah saja dan tidak ada masalah, asalkan dibelakang hari tidak ada tuntutan. Jadi cukup jelas ya," ujarnya.

Sambung Kapolres, karena sudah adanya niat baik dari Ahmad Bayu mengembalikan kerugian negara maka kasus Ahmad Bayu dianggap selesai atau tuntas.

" Untuk statusnya karena pelaku punya iktikad baik mau menyelesaikan dengan cara kekeluargaan berupa mengembalikan kerugian uang negara, maka yang bersangkutan tidak dapat diberikan tuntutan kembali, karena sudah tidak ada laporan. Dan dianggap kasusnya selesai atau clear,” tutur Kapolres. 

Penyerahan uang sisa sebesar Rp 952, 140.000 dilakukan Kapolres Tidore AKBP Doly Heriyadi ke Walikota Tidore Kepulauan Capt H. Ali Ibrahim disaksikan Kepala Kejaksaan Negeri  Soasio, tim Satgas Dana Desa dan SKPD terkait beserta sejumlah kepala desa. (dar)


Komentar Anda

Berita Terkini