Kejari Amurang Bangun Sinergitas Dengan Insan Pers

/ Jumat, 02 November 2018 / 21.09
Kejari Amurang mengadakan jumpa pers bersama wartawan (Dok : Irham)

MINSEL- Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang menggelar silahturahmi dengan insan pers mengenai  kinerja penegakkan hukum Kejari Amurang.

Kepala Kejari Amurang I Wayan Eka didampingi oleh Kasi Pidsus, dan Kasi Intel yang dilaksanakan di Kantor Kejari Amurang. Kamis (1/11) kemarin.

Menurut I Wayan, maksud dan tujuan kegiatan ini. Selain untuk menyambung silaturahmi, juga sebagai transparansi keterbukaan informasi publik terhadap media tentang kinerja dan pencapaian penanganan kasus yang sedang dan telah dilakukan oleh Kejari Amurang.

Ia juga mengklarifikasi terkait oknum jaksa yang di duga melakukan pemerasan terhadap salah satu keluarga tersangka. Pasalnya, isu tersebut sudah di ketahui oleh pihak kejaksaan, dan penanganannya sudah di tangani pihak Kejati Sulawesi Utara.

“ Sementara untuk oknum jaksa berinisial "S", sudah di pindahkan ke Kejari Manado,” ungkap I Wayan.

"Kami sudah mendapat info terkait adanya tindakan tidak terpuji oleh oknum jaksa, kasus ini sudah di tangani oleh Pihak Kejati Manado dan oknum jaksa sudah di pindah tugaskan ke Manado, adapun sanksi yang di kenakan itu kita serahkan ke pihak penyidik di Kejati," sambungnya.

Tak hanya Itu, I Wayan Eka juga meminta rekan-rekan pers agar membantu pihak kejari dalam tugas dan fungsi Kejari sebagai lembaga penegakkan hukum.

"Media itu adalah mitra kerja kita, saya pribadi berharap agar pihak kejaksaan dan eekan-rekan Pers selalu membangun Sinergitas dalam tugas dan fungsi masing-masing," harapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai  adanya dana desa yang diduga disalahgunakan. Pihak Kejari Amurang sendiri membeberkan bahwa  sudah mengantongi 7 Desa yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran terhadap dana desa.

"Kami sudah mengantongi setidaknya ada 7 (tujuh) Desa di wilayah Hukum Kejari Amurang yang diduga melakukan tindakan baik penyalahgunaan Dana Desa, dan Penyalahgunaan lainnya. dan dari ke tujuh desa, tiga desa sudah dalam tahap penyelidikan lebih serius," tutupnya (Ir)

Komentar Anda

Berita Terkini