Komunitas Peduli PKL Datangi Kantor Bupati Halbar

/ Rabu, 07 November 2018 / 04.09

 
KPPKL saat hearing bersama Pemkab Halbar
HALBAR -  Masyarakat Halbar yang tergabung  dalam Komunitas Peduli Pedagang kaki Lima (KPPKL) pagi tadi, Selasa (6/11), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Halmahera Barat (Halbar). Masa  yang datang kurang lebih 80 Orang itu menumpangi dua mobil pick up berwarna Hitam dilengkapi dengan pengeras suara langsung melakukan orasi. Selasa, (6/10/18).

"Bupati Halbar sibuk  dengan pencitraan, MoU ke MoU yang tidak ada hasilnya, lobi dan berkantor di Jakarta yang pada akhirnya menghasilkan utang Daerah Senilai Rp.159,500,000,000, ucap koordinator orator Sofyan Hi Hattab dalam orasinya.

Menurut Sofyan, kegiatan transportasi sebagai konsekwensi dari pemindahan kabupaten Maluku Utara di Ternate ke Kabupaten Halmahera Barat di Jailolo sebagai Kabupaten Induk justru pada kenyataannya terminal tidak lagi difungsikan. Bahkan di duga ada keinginan pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat mengalih fungsikan dengan penjelasan yang tidak jelas.

"Akibat dari itu semua Jalur transportasi tidak tertata, parkiran dan antrian angkutan umum berserakah di mana-mana, kita bisa temui antrian angkutan di depan lapangan Sasadu Lamo, pasar Akelamo dan pelabuhan Jailolo,” ujarnya.

Sementara itu, Komunitas Peduli Pedagang kaki lima dengan tegas menyampaikan tuntutan dengan mendesak Pemkab Halbar untuk secepatnya mengembalikan lokasi terminal Kecamatan Jailolo sebagai sarana transportasi darat di kabupaten Halmahera barat.

" Pemerintah daerah harus bertanggung jawab untuk segera mungkin memfungsikan terminal kecamatan jailolo sebagai sarana perputaran arus orang, barang dan jasa dalam rangka menghidupkan usaha perdagangan pasar Jailolo,” paparnya.

Lanjut Sofyan, Pemerintah Daerah harus bertanggung jawab atas lesunya pasar Jailolo saat ini yang bermuara pada menurunnya pendapatan para pedagang yang saat ini dirasakan.

"Jika tuntutan kami tidak di indahkan, maka kami akan mengkonsolodir para pedagang dan masyarakat untuk memboikot pembangunan pasar Jailolo yang dibangun di atas terminal pasar Jailolo  saat ini,” ancamnya.

Menanggapi hal tuntutan massa aksi, Sekertaris Daerah (Sekda) Pemkab Halbar, Sayhril Abdul Rajak, langsung melakukan hering bersama masa aksi bahwa pihaknya berterima kasih atas keluhan yang disampaikan sejumlah masyarakat ke Pemkab Halbar.

" Sementara ini, Pak Bupati lagi ke Ibu  turun pantau letusan gunung Dukono, karena saat ini lagi turun abu dan bila Pak Bupati sudah balik saya akan sampaikan keluhan bapak/ibu ke Pak Bupati,” ucapnya. (ncs)

Komentar Anda

Berita Terkini