Kuker Ke Oba Selatan, Walikota Tidore Serap Aspirasi Warganya

/ Jumat, 09 November 2018 / 21.55


Walikota Tidore Ali Ibrahim bertatap muka dengan warga Oba Selatan. (Dok: Aidar)

TIDORE- Hujan deras dan kondisi jalan yang becek tidak menyurutkan semangat Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim melakukan kunjungan kerjanya di Kecamatan Oba Selatan.

Hal ini dilihat saat Walikota Ali Ibrahim didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ismail Dukomalamo, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Abd. Rahman Abdullah, Dirut BUMD Aman Mandiri dan sejumlah SKPD terkait menggelar kunjungan kerja (kunker) ke  Kecamatan Oba Selatan Kota Tidore Kepulauan, Kamis (8/11/2018).

Kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk kewajiban dalam menampung, menyalurkan serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat di Kecamatan Oba Selatan.

Orang nomor satu Pemkot Tikep ini, setibanya bersama rombongan di Kecamatan Oba Selatan langsung melakukan tatap muka dengan warga masyarakat. Dihadapan masyarakat, Walikota Tidore menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan terus membangun Program-program yang menyatu dan menyentuh langsung kepada rakyat demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

“ Saya berharap kepada warga masyarakat agar terus menjaga kerukunan dan tali silaturahmi antar sesama serta menjaga situasi dan kondisi supaya tetap aman menjelang tahun-tahun politik mendatang,” imbunya.

Di sela-sela kunjungannya Ali Ibrahim juga mengadakan dialog dengan warga setempat, namun pada kesempatan itu, warga kecamatan Oba Selatan mengeluh dan meminta Walikota Tidore segera perbaikan jalan jembatan, drainase  dan Air bersih serta harga kopra.

Alhasil, keluhan warga dataran Oba Selatan di catat untuk ditindak lanjuti. Selain bertatap muka dengan warga masyarakat, Walikota Tidore beserta rombongan juga melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah, menyapa para siswa serta melakukan tatap muka dengan para guru.

Pada kesempatan itu pula, Ali Ibrahim berpesan kepada kepala sekolah dan para guru agar mampu menciptakan kondisi yang harmonis serta menciptakan kebersamaan dalam mewujudkan suasana kerja yang aman dan nyaman serta jauhkan narkoba dan miras dari lingkungan pendidikan.

“ Sosialisasi bahaya narkoba dan miras harus terus di sosialisasikan melalui proses pembelajaran yang berintegras,” tutupnya.(dar)

Komentar Anda

Berita Terkini