Minta Pemerintah Naikkan Harga Kopra, Massa Aksi Bentrok Dengan Polisi

/ Senin, 19 November 2018 / 19.28
Massa menuntut Pemerintah Naikkan Harga Kopra

TERNATE -  Turunnya harga kopra mencekik ekonomi petani, hal itu membuat petani turun jalan  dengan mengatasnamakan Koalisi Perjuangan Rakyat Kopra Maluku Utara.

Bagi petani di Maluku Utara, anjloknya harga kopra sangat berdampak terhadap anak mereka yang saat ini mengenyam   pendidikan.

"Kelapa atau kopra masih  menjadi salah satu komoditas unggulan  pertanian di Maluku Utara, karena tanaman kelapa juga masih digandrungi masyarakat petani,” ungkap Korlap Koalisi Perjuangan Rakyat Kopra Malut Bahrun Ibrahim kepada media ini. Senin (19/11/2018).

Menurut Bahrun, berdasarkan data Balai Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara luas tanaman kelapa  pada tahun 2015 mencapai 147.733 hektar dengan jumlah produksi sebesar 231.619 ton. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan tanaman perkebunan lain seperti pala, cengkeh, dan  kakao.

Lanjutnya, indonesia tercatat sebagai negara pengekspor kopra terbesar kedua setelah Filipina. Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa sebagian besar hajat hidup masyarakat Maluku Utara sangat bergantung kepada hasil kelapa dalam (Kopra).

“ Seharusnya mampu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten maupun pusat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena public malut, Dalam tiga bulan terakhir harga pasaran kopra turun drastis, dan sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Beberapa kabupaten kota yang lain pun turut menyayangkan tragedi ini,” tandasnya.

“ Tercatat di beberapa kabupaten kota di Maluku Utara Masyarakat nya hadir dan mengeluhkan kepada pemerintah namun tidak disikapi secara serius oleh pemerintah daerah,” sambung Bahrun.

Hasil pantauan Nusantaratimur.com ribuan massa aksi dari berbagai dari organisasi dan OKP long march dari selatan Kota Ternate menuju  bandara Sultan Babullah tepatnya Kampus I Unkhair Ternate sebagai titik kumpul para pendemo.

Awalnya aksi berjalan dengan aman, akan tetapi aksi yang sudah membakar ban mobil bekas akhirnya  melempar ke arah petugas yang sedang mengamankan jalan aksi unjuk rasa sehingga terjadi bentrokan.

Massa aksi menolak turunnya harga kopra  kepada Pemerintah Daerah dan segera membentuk Perda tentang harga komoditi.
Selain itu, massa aksi juga meminta pemerintah segera  naikkan harga komoditi unggulan Maluku Utara salah satunya menekan terhadap para permainan tengkulak.

Massa aksi mendesak Pemprov Maluku Utara segera menertibkan tata niaga pala dan cengkeh dan  hadirkan industri untuk kelola kelapa di Maluku Utara.

Tak hanya itu, massa juga meminta Pemprov Maluku Utara alih fungsikan anggaran perjalanan dinas 13 Milyar pada subsidi petani kopra serta hidupkan tol laut, Tolak kelapa sawit dan pertambangan di Maluku Utara. (Ata)

Komentar Anda

Berita Terkini