Oknum Guru SMP Negeri 1 Tenga Dilporkan Ke Polisi

/ Sabtu, 24 November 2018 / 13.12
Korban Aan bersama keluarganya mendatangi Mapolsek Tenga untuk melaporkan kasus penganiayaan oleh oknum guru SMP Negeri Tenga, Minahasa Selatan (Foto : Ir)

MINSEL -  Oknum guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tenga, Minahasa Selatan   diduga menganiaya siswanya sendiri.   

Siswa bernama Muhamad Aan Ahlan (13) siswa  kelas 3 (tiga) ini di sekap di dalam ruangan kemudian di aniaya oleh dua oknum guru. 

Sementara di dalam ruangan ada empat guru, sedangkan guru lainnya ikut menyaksikan kejadian tersebut.

Aan mengaku, ia di sekap dan aniaya, lantaran dirinya fitnah melakukan sesuatu yang tidak di lakukannya. Bahkan sendiri pun di paksa tanpa ada bukti yang kuat. 

"Saya di kurung di ruangan oleh 4 (empat) guru, kemudian dua guru menganiaya saya dengan memukul saya di betis kaki saya dan di pantat karena saya di tuduh melakukan perbuatan yang tidak saya lakukan, tapi di paksa untuk mengakuinya," beber Aan kepada media ini. Sabtu (23/11/2018).

Tak terima dengan perlakuan beberapa oknum guru, pihak  keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Tenga.

Kasus tersebut ketika di konfirmasi kepada Kapolsek Tenga, Iptu Muhammad Amri telah membenarkan dan menerima laporan dari pihak keluarga siswa.

"Hari ini kami menerima laporan atas dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum guru, berinisial JE Alias Johan memukul di bagian kaki dengan menggunakan kayu, S alias Sege memukul di bagian pantat, SM alias Stevi berperan menginterogasi sang siswa, juga di dalam ruangan ada guru lainnya," tutur Kapolsek Tenga IPTU. Muhammad Amri.

Kapolsek menambahkan,  korban  di sekap, di kurung di ruangan selama tiga jam, sejak jam 10.00 sampai jam 13.00 WITA. Saat ini korban sudah kami lakukan visum ada luka memar di kaki dan pantat sang anak.

“  Anak ini di aniaya sang guru karena di tuding melakukan perbuatan yang menurut korban tidak dia lakukan, kami akan memanggil para oknum guru tersebut guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Muhammad Amri. 

Lanjut Kapolsek, jika terbukti maka perbuatan tercela yang di lakukan oleh oknum guru ini bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, atau Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Perlindungan Anak juga telah secara tegas mengatur setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. 

“ Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta,” ujarnya.

Sambung Kapolsek, laporan   keluarga korban sudah di tangani Polsek Tenga dan akan di tindak lanjuti, tutupnya. (Ir)

Komentar Anda

Berita Terkini