Pemkot Tidore Dapat Menggugat Direktur RPI, Ini Penjelasannya

/ Jumat, 30 November 2018 / 20.36


Kapolres Tidore AKBP Doly Heryadi dan Walikota Tidore H. Ali Ibrahim saat menunjukan berita pengembalian uang dari Direktur RPI (Foto: Aidar Salasa)

TIDORE -  Kendati kasus penipuan kepala Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilakukan Ahmah Bayu Direktur Rumah Pemberdayaan Indonesia (RPI) dinyatakan proses hukumnya dihentikan oleh pihak Polres Tidore Kepulauan.

Hal itu berbeda dengan pandangan Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Adam Saimima. Menurut Adam persoalan kasus penipuan ini  walauapu telah diselesaikan namun tetap saja memunculkan persoalan baru dengan adanya upaya penangkapan Ahmad Bayu yang berada di Wamena.

Hanya saja, Kata Adam, upaya pengembalian Ahamd Bayu ke Tidore juga memakan anggaran yang tidak sedikit.  Itu sebabnya,  Pemerintah daerah  dapat melayangkan gugatan secara perdata atas kerugian untuk mengejar pelaku sampai ke wamena, dan apabila gugatan perdata ini berhasil maka tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan ke pidana, jelas Adam kepada wartawan di Tidore usai menyaksikan penyerahan uang pengembalian dari pelaku yang diserahkan Kapolres Tidore  bertempat di Kantor Walikota Tidore, Jumat (30/11).

Tak hanya itu, orang nomor di Kejari Tidore  itu mengingatkan agar kasus ini menjadi pelajaran yang baik bagi semua pihak, terutama jajaran Pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar jangan mudah percaya  kepada sembarangan orang, perlu adanya kehati-hatian. Apalagi ini uang negara, ujarnya.

Sementara Walikota Tidore Capt H. Ali Ibrahim  di sela-sela acara penyerahan pengembalian uang  itu. Ia menyampaikan apresiasi  dan ucapan terima kasih kepada pihak Kapolres Tidore dan Kajari bersama jajarannya yang telah melakukan upaya koordinasi sehingga mendeteksi keberadaan pelaku di Wamena kemudian meminta bantuan ke Polres Wamena untuk mengamankan pelaku.

“ Uang ini akan diserahkan BPKAD bersama Inspektorat dan BPMD agar segera berkoordinasi menyalurkan uang yang ada ke masing-masing rekening Pemerintah Desa maupun BUMDes agar sesegera mungkin sampai dan dipergunakan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Sekedar di ketahui Inspektorat Kota Tidore kepulauan telah melakukan audit Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Triwulan I dan II, dilakukan uji petik penyertaan modal Kepala Desa ke BUMDes sebanyak 12 Desa. Dari hasil uji petik tersebut nilai transfer oleh Kepala Desa dan BUM Des  Ahmad Bayu sebesar Rp.1.963.490.000,- dari sebelas desa untuk pengadaan sejumlah mesin.

Sedangkan sisa uang yang masih berada ditangan pelaku Ahmad Bayu senilai Rp.952.140.000 yang tidak dibelanjakan. Justru sisa uang inilah kemudian kabur pelaku sehingga dilaporkan ke pihak berwajib oleh Pemkot Tidore. (dar)


Komentar Anda

Berita Terkini