Persoalan Infrastruktur Jalan, Walikota Tidore Temui Gubernur Malut

/ Senin, 19 November 2018 / 20.31
Walikota Tidore Ali Ibrahim dan Wakil Walikota Tidore Muhammad Sinen menemui Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc

TIDORE-  Persoalan infrastruktur jalan di Kota Tidore Kepulauan khususnya di Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan.  Walikota Tidore Kepulauan, H. Ali Ibrahim bersama Wakil Walikota, Muhammad Senin menemui Gubernur Maluku Utara KH.  Abdul Ghani Kasuba untuk melakukan koordinasi.

Dalam pertemuan itu,  Walikota dan Wakil Walikota didampingi Kadis Pekerjaan Umum Ade Soleman sedangkan Gubernur Malut didampingi Kadis Pekerjaan UmumDjafar Ismail dan Kadis Kehutanan, Syukur Lila yang dilaksanakan di ruang kerja Gubernur. Pada Jumat (16/11/2018) lalu.

Pada kesempatan ini, Walikota H. Ali Ibrahim memaparkan kondisi jalan Provinsi antara Payahe-Dehepodo yang memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi. Apalagi kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“ Kondisi seperti ini sangat menghambat mobilitas warga juga distribusi barang kebutuhan sehari-hari. Mobilitas orang dan barang sangat sulit, komoditas hasil panen warga juga sulit diangkut dengan baik. Ini juga dapat mengakibatkan kecemburuan sosial masyarakat jika tidak diperhatikan, oleh karena itu sudah saatnya Pemerintah Provinsi memberikan perhatian yang lebih serius terhadap infrastruktur jalan di Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan,” ujar Walikota.

Selain infrastruktur jalan, Wawali pada kesempatan itu meminta perhatian gubernur soal pembangunan di sofifi yang belum maksimal, salah satu diantaranya masalah drainase. Pasalnya, buruknya drainase di Sofifi menyebabkan Sofifi sering dilanda banjir.

“ Harapan kita infrastruktur di Sofifi yang telah dibangun agar secepatnya diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah kota seperti Pasar, pelayanan listrik dan permintaan satu unit mobil Pemadam Kebakaran, mobil Armroll dan Dump Truck untuk pelayanan sampah di Sofifi,” tutur Wawali Muhammad Sinen.

Tak hanya  infrastruktur yang jadi pokok pembahasan dalam pertemuan itu. Akan tetapi  Pemkot Tidore Kepulauan menyampaikan hasil tes CPNS yang hasilnya tidak maksimal.

“ Kami  meminta agar Gubernur mengkoordinasikan Bupati/Walikota Se- Provinsi Maluku Utara untuk membawa persoalan Tes CPNS ini ke Pemerintah Pusat. Dengan kelulusan yang rendah diharapkan Pemerintah Pusat dapat memberikan solusi terbaik dalam rekrutmen pegawai ini. Kalau ini tidak diperhatikan maka daerah yang rugi karena banyak kuota formasi pegawai yang tidak terpenuhi,” ungkap Ali Ibrahim.

Menyikapi persoalan yang disampaikan Pemkot Tidore. Maka Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba menyatakan  pembangunan infrastruktur yang disampaikan walikota akan diselesaikan melalui program multi years, sedangkan penyelesaian jalan Payahe-Dehepodo akan dilakukan pada tahun anggaran 2019 termasuk Pemerintah Provinsi akan membangun Jembatan Ake Oba 2 yang menghubungkan ruas jalan 40 dengan Desa Oba.

“ mengenai permasalahan test CPNS daerah, selaku Gubernur Maluku Utara bersedia untuk mengkomunikasikan persoalan tes CPNS ini ke Pemerintah Pusat,” tukas Gubernur.

“ Pemerintah Provinsi juga akan menyerahkan satu unit Armroll dan satu unit Dump Truck yang saat ini telah berada di Dinas PU Provinsi, nantinya kedua kendaraan ini akan diserahkan ke Pemerintah Kota Tidore Kepulauan,” tambahnya.(dar)
Komentar Anda

Berita Terkini