Polda Malut Rilis Hasil Pelaksanaan Operasi Zebra Kieraha 2018

/ Rabu, 14 November 2018 / 00.04

 
AKBP Hendrik Badar ( Kabid Humas Polda Malut) didampingi Kaur Penum saat memaparkan hasil Ops Zebra Kie Raha 2018
TERNATE – Polda Maluku Utara dan Polres Jajaran telah merilis hasil pelaksanaan Operasi Zebra Kieraha Tahun 2018 yang berlangsung selama 14 (empat belas) hari, terhitung mulai tanggal 30- November 2018 di wilayah Maluku Utara.

"Operasi kepolisian ini dalam bentuk Oprasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan penegakan hukum disertai kegiatan preemtif,dan prevenstif secara selektif prioritas untuk mewujudkan kamseltibcarlantas yak mantap, tertib, dan lancar, dalam menjelang Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, dan pemimpin Operasi adalah Dir Lantas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Muji Ediyanto, SH, S.IK," " ungkap Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendrik Badar saat menggelar konferensi Pers. Selasa (13/11).

Lanjut Hendik, jumlah personil Polda Maluku Utara dan Polres jajaran yang dilibatkan dalam operasi Kepolisian Terpusat' Zebra Kieraha 2018. sebanyak 208 personel yang terdiri dari, Polda Maluku Utara berjumlah 40 Personel, dan Polres jajaran berjumlah 168 personel.

"Hasil Operasi Zebra 2018 Polda Maluku Utara. Berdasarkan trend pelanggaran Lalu Lintas di wilayah Maluku Utara mengalami kenaikan 3% atau tilang turun 4 % yang mana pada tahun 2017 Polda Maluku Utara, dan jajaran mengeluarkan tilang terbanyak 4.987 menjadi 4.780 pada tahun 2018. Tilang terbanyak terdapat pada Polres Ternate yaitu sebanyak 797 Tilang,” jelasnya.

Ada juga teguran naik 33 % pada tahun 2017 Polda Maluku Utara dan jajaran memberikan teguran sebanyak 1.193 menjadi 1.589 pada Tahun 2018. Teguran terbanyak terdapat pada Polres Ternate sebanyak 380 Teguran.

Sementara jenis pelanggaran Lalu Lintas masih didominasi oleh pelanggaran penggunaan Helem. Yaitu mengalami kenaikan 56 %, Pada Tahun 2017 sebanyak 2.371 Pelanggaran Penggunaan Helm dan pada tahun 2018 sebanyak 3.700 pelanggaran. Sedangkan, untuk usia pelaku pelanggaran di dominasi umur 21-25 tahun yaitu sebanyak 977 Pelanggaran.

“Data terkait masalah kecelakaan Lalu Lintas, mengalami kenaikan pada Operasi Zebra kieraha tahun 2017 jumlah Kecelakaan Lalu Lintas 4 naik menjadi 5 Kejadian ditahun 2018, Naik 25 %. Pada Tahun 2017 Jumlah jumlah korban meninggal Dunia I (satu) Orang, Menjadi 2 (Dua) di tahun 2018 Naik 100 %,” papar Kabid Humas.

Menurt Hendrik, secara umum masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam Keselamatan berlalu lintas masih jadi masalah utama karena dari 17 Korban Kecelakaan lalu lintas 9 diantaranya merupakan umur 0-15 Tahun.

“ Ini harus jadi peringatan untuk kita semua karena anak dibawah umur masih mendominasi kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Sambung Hendrik, mohon kerjasama peran orang tua untuk mencegah anak-anaknya yang masih dibawah umur agar tidak menggunakan kendaran bermotor karena akan membahayakan jiwa mereka di jalan raya, ujarnya. (Ata)

Komentar Anda

Berita Terkini