Soal Petani Kopra, Anggota DPD RI, Berikan Apresiasi Ke Wali Kota Tidore

/ Rabu, 21 November 2018 / 21.43
Basri Salama (Anggota DPD RI)
TIDORE - Sebelum anjloknya harga kopra Walikota Tidore Kepulauan sangat berinisiatif sekali terhadap petani kopra di Kota Tidore Kepulauan. Hal tersebut disampaikan Basri Salama Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara.

"Ada faktanya, Pak Wali itu sudah berinisiatif sebelum anjloknya harga kopra seperti yang terjadi parah ini, pak Walikota sudah membeli kopra pada petani kopra di kota Tidore Kepulauan itu dengan harga Rp 3.700," kata Basri Salama. 

Selain Pemkot Tikep, ujar Basri Salama, Pemkab  Halmahera Utara juga tengah mencoba menawarkan harga kopra yang sama dengan di Kota Tidore Kepulauan guna menekan anjloknya harga kopra saat ini. 

"Kemarin di Halut itu pemerintah coba menawarkan Rp 3.700 sama dengan di Tidore saat ini, namun untuk harga kopra di Surabaya dari pabriknya sudah hampir mendekati diangka Rp. 5000,” paparnya.

Di tengahnya anjloknya harga kopra, Basri Salama, pihaknya berencana memanggil Menteri perdagangan, dan juga pihak Bulog, serta dari menteri desa untuk menanyakan sikap dan penawaran hal-hal lainnya dalam mengatasi anjloknya harga kopra.

"Beberapa hari lalu, saya sudah kontak di kementerian perdagangan kemudian di Bulog. Saya juga sudah bicarakan dengan pimpinan dan ketua DPD RI, bahwa kita berencana kembalinya dari sini, kita akan panggil menteri perdagangan, kita akan panggil Bulog, kita juga panggil menteri desa," kata Basri. 

Kenapa ada Kementerian Desa, kata Basri, karena dari anggaran desa yang naiknya cukup drastis di angka 70 triliun itu, pihaknya menginginkan ada pos khusus diberikan ke wilayah-wilayah yang kopranya anjlok, sebab komoditas kopra terbanyak ada di desa-desa di Maluku Utara.

"Dari 70 triliun itu kita ingin ada porsi khusus di wilayah-wilayah  yang dimana kopranya anjlok, komunitas kopra yang mendominasi di wilayah pedesaan seperti di Maluku Utara. Disini kita menginginkan menteri desa itu memporsikan anggaran itu lebih besar ke BUMDes. Sehingga BUMDes itu diperdayakan untuk membeli kopra petani, Itu salah satunya," jelas Senator asal Malut tersebut. 

Basri juga menambahkan, dari situ, pihaknya kemudian membicarakan dengan Walikota. Dan mudah-mudahan insiatif Walikota Tidore ini menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah yang lain. Sehingga BUMD yang ada di pemerintah daerah masing-masing ini bisa menganggarkan anggarannya untuk membeli kopra. 

Lanjutnya, untuk rencana pemanggilan terhadap Bulog, Basri mengatakan, pihaknya melakukan penawaran kepada Bulog, kaitannya dengan porsi belanja Bulog selain konsumsi pangan agar bisa membelanjakan untuk pembelian pala, cengkih, dan juga kopra. 

"Kita berharap dalam waktu dekat ini kita akan bicarakan dengan Bulog untuk bagaimana langkah-langkah Bulog mengantisipasi gejolak harga kopra ini yang begitu anjlok sehingga membantu ara petani kopra  kita ini," akunya. (dar)
Komentar Anda

Berita Terkini