Tiga Paguyuban Menyatakan Keluar dari AMPP-TOGAMMOLOKA

/ Senin, 12 November 2018 / 17.23
Ketiga Ketua Umum Paguyuban (FKPMM, PB. FORMAL-MU dan HPMK)

TERNATE - Dinilai Musda AMPP-TOGAMMOLOKA bermuatan politik dan mengabaikan prinsip dasar organisasi. Tiga paguyuban yakni, Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Malifut (FKPMM), Pengurus Besar Forum Mahasiswa Loloda Maluku Utara (PB.FORMAL-MU) dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Kao (HPMK) bersikap keluar dari AMPP-TOGAMMOLOKA. 

Sikap organisatoris tiga paguyuban diputuskan dalam rapat istimewa  di gelar pada tanggal 12 November di Rumah Juang PB.FORMAL-MU Kelurahan Akehuda, Ternate Utara di sertai  dengan penadatangan Petisi Kesepahaman Melepaskan Diri dari AMPP-TOGAMMOLOKA.

  1. Berikut pernyataan sikap FKPMM,PB FORMAL-MU dan HPMK yang ditetapkan dalam surat keputusan Nomor : 01/KTPS/2018 M.
  2. Menyatakan melepaskan diri dari AMPP-TOGAMMOLOKA.
  3. Mendesak kepada Stering Comite (SC) agar menghapus  tiga nama paguyuban Malifut, Loloda dan Kao dari AD/ART AMPP-TOGAMMOLOKA
  4. Mendesak kepada peserta sidang dan pimpinan sidang (presidium sidang) agar dapat menetapkan dan menghapus tiga paguyuban dari AMPP-TOGAMMOLOKA
  5. Apabila tiga nama paguyuban ini masih di masukan dalam nama AMPP-TOGAMMALOKA, maka kami siap membuat tuntutan.
  6. Jika nanti musyawarah dilanjutkan kembali, kami tidak akan menghadiri tanpa pengecualian sebagaimana poin 1, 2 dan 3.
  7. Jika pada kepengurusan yang baru masih terdapat tiga nama tersebut, maka kami akan menyampaikan gugatan.
  8. Jika poin 1, 2, 3, 4 sampai poin 7 tidak di indahkan, maka kami tidak akan tinggal diam.

Berdasarkan 8 poin diatas menurut Ketua FKPMM Sofyan Sahril mengatakan, bahwa Musda AMPP-TOGAMMOKA sarat dengan muatan kepentingan politik 2019. Pasalnya,  jelang Musda banyak ditemui elit politik mendiskusikan atau  mengiring Institusi AMPP-TOGAMMOKA ke ranah politik 2019.

“ Sangat kental permainan politik yang di bawah dalam musda, ini yang membuat kami harus menentukan sikap untuk  keluar dari AMPP-TOGAMMOLOKA,” tandas Sofyan kepada media ini. Senin (12/11/2018).

Sofyan menegaskan keputusan melepaskan diri dari AMPP-TOGAMMOLOKA pihaknya telah melakukan berbagai pertimbangan sehingga dapat menyimpulkan satu kesepakatan bersama yakni keluar AMPP-TOGAMMOLOKA.

“ Langkah yang kami ambil merupakan  langka yang benar-benar telah kami sepakati bersama, Kami tidak main-main. Ini keputusan final bagi FKPMM,” tegas Sofyan.  

Hal yang sama juga diungkap Ketua Umum PB.FORMAL-MU Ali Basalim Taufi, sikap keluar dari AMPP-TOGAMMOLOKA juga telah dibulatkan dan tak bisa di tawar dengan apa pun karena ini komitmen yang diputuskan secara bersama.

“ Selamat jalan AMPP- TOGAMMOLOKA,  tolong di ingat, jika nama Loloda di catut kembali, maka kami akan proses secara hukum,” tegas Ali sapaan akrabnya.

Ali menjelaskan, sejauh ini dalam pencermatan PB.FORMAL-Maluku Utara Rumah besar AMPP- TOGAMMOLOKA telah dililit rentetan kejahatan politik yang di gencarkan secara masif dan terstruktur oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan terkesan dibiarkan begitu saja. “ Itu sebabnya kami bersikap keluar dari pada bertahan. Jangan harap kami kembali,” tukasnya.

Pada kesempatan itu pula, Pjs. Ketua HPMK Djelfis Pita-Pita menambahkan secara kelembagaan HPMK menilai AMPP-TOGAMMOLOKA tidak lagi tunduk pada konstitusi organisasi sehingga muncul mosi ketidakpercayaan oleh paguyuban termasuk HPMK dan lebih memilih keluar dari pada bertahan.

“ Kami atas nama institusi HPMK, bersikap keluar dari AMPP-TOGAMMOLOKA,” ujar Djelfis. (cul) 

Komentar Anda

Berita Terkini