Wahyu Juanga : Kemenangan AGK-YA Tidak Ada Intervensi Pihak Kepolisian

/ Kamis, 01 November 2018 / 23.23
Masa Pendukung AGK-YA

TERNATE – Hasil akhir Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun 2018 telah usai. Setelah KPU Provinsi Malut beberapa waktu lalu,  menggelar rapat pleno rekapitulasi suara. Dan hasil PSU yang dilaksanakan tanggal 17 Oktober 2018, telah dimenangkan pasangan calon Ahmad Hidayat Mus dan Dr. Rivai Umar unggul perolehan suara sebanyak 12.520  dari pasangan calon  petahana KH. Abdul Ghani Kasuba memperoleh suara sebanyak 9.291 yang berpasangan mantan Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Ir. M. Al   Yasin Ali (AGK-YA) yang di usung oleh PDI Perjuangan dan PKPI.

Meskipun pasangan AHM-Rivai menang di PSU, namun hasil perolehan suara secara keselurahan dimenangkan oleh pasangan AGK-YA memperoleh suara sebanyak 176.602 mengungguli pasangan AHM-Rivai dengan memperoleh suara sebanyak 175.545.

Hanya saja tampak terlihat di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Malut selalu di datangi oleh sejumlah massa aksi pendukung AHM-RIVAI dengan berbagai macam dalil polemik PSU yang mereka nilai menguntungkan pasangan calon Gubernur AGK-YA. Kamis (1/11/2018).

Tak hanya itu, pendukung AHM-RIVAI menilai banyak polemik PSU yang dilakukan oleh AGK-YA, namun dari pendukung AGK-YA secara dewasa menanggapi hal tersebut.  Ini terlihat ketika aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung AGK-YA yang tergabung dalam Aliansi Anak Negeri Malut di depan Kantor Bawaslu Malut siang tadi.

Wahyu Juangga salah satu orator pendukung AGK-YA,  dalam orasinya menyampaikan, jika dikaji dalam kembali hasil PSU yang saat ini ditangani oleh Mahkamah Konstitusi (MK), maka dalam aspek hukum apapun, dan bentuk gerakan apapun yang dilakukan pendukung AHM-Rivai tidak akan mempengaruhi hasil proses demokrasi yang saat ini berlangsung di MK. Olehnya sebab itu, seluruh masyarakat Malut tinggal menunggu putusan MK yang seadil-adilnya yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.

“ Kami  juga menyesalkan ada oknum Komisiner Bawaslu dalam hal ini Aslan Hasan yang sengaja membenarkan materi orasi yang di sampaikan oleh orator dari pihak pendukung AHM-RIVAI bahwa kemenangan AGK-YA adalah kemenangan yang dicurangai, ada intervensi dari pihak Kapolda Maluku Utara,” tukas Wahyu.

Padahal, kata Wahyu, Kapolda Maluku Utara tidak pernah menginstruksikan ke masyarakat khusunya di wilayah PSU untuk memenangkan pasangan AGK-YA.

  Ini fitnah terbesar yang di rancang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” cecar  Wahyu.

Menurutnya, PSU telah selesai, rakyat Maluku Utara semuanya bersaudara, maka jangan  terpengaruh dengan isu-isu liar yang telah menguntungkan individu tertentu.

“ Marilah kita bersama-sama memajukan Provinsi Maluku Utara ini dengan baik, jangan saling menfitnah dan mengadu domba antara satu dengan yang lain, mari kita bergandeng tangan majukan Maluku Utara,” imbunya. (cul)
Komentar Anda

Berita Terkini