|
Menu Close Menu

Beredar Informasi Hoax Akan Terjadi Tsunami, Warga Payahe Lari Mengungsi ke Gunung

Selasa, 25 Desember 2018 | 23.24
Foto :  Warga Payahe Kota Tidore Kepulauan saat hendak mengungsi ke tempat yang lebih aman

TIDORE – Beredarnya informasi hoax air laut akan naik ke permukaan (tsunami). Pasca terjadinya gempa bumi yang menguncang Maluku Utara 5,4 Skala Richter sekitar pukul 16:18 waktu setempat. Selasa (25/12).

Hal itu membuat warga Payahe, Kota Tidore Kepulauan, panik dan mengungsi ke gunung  sejauh ribuan kilo meter dari bibir pantai untuk mencari tempat aman.

Kepanikan warga pesisir pantai muncul, lantaran mendapat informasi hoax bahwa akan terjadi tsunami.  Seiring dengan kondisi cuaca ekstrim disertai hujan deras dan angin kencang yang melanda daratan oba membuat warga was-was, ditambah terjadi listrik padam kurang lebih 30 menit di wilayah Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.

Menurut Kapolsek Oba Ipda Efrian Mustaqim Batiti, saat di konfirmasi wartawan media ini membenarkan mengenai kepanikan warga payahe yang mengungsi ke gunung sekitar pukul 23:45 waktu setempat.

" Adanya info bahwa air laut naik ke permukaan membuat masyarakat khususnya Kelurahan Payahe, Kecamatan Oba menjadi panik langsung berlarian mengamankan diri (mengungsi) di dataran tinggi sekitar pukul 22:00 WIT dengan membawa barang seadanya,” ungkap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Kota Tidore Kepulauan mengenai informasi  terjadinya tsunami itu tidak benar hoax.

“ Kami turun mengecek pasang air laut dapat disimpulkan informasi  yang di dapat warga hoax, bahkan  kami menghimbau warga untuk kembali ke rumah masing-masing, dan mereka sudah kembali ke rumah mereka,” tuturnya.

Sementara peringatan dini cuaca di Provinsi Maluku Utara hari ini tanggal 25 Desember 2018 pukul 22.50 WIT. Masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pukul 23.20 WIT di wilayah Batang Dua, Hiri, Tidore, Ternate, Jailolo serta dapat meluas ke wilayah Sidangoli, Galela, Kao, Ibu, Kedi, Malifut, Moti, Makian, Kayoa, Oba dan sekitarnya.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tanggal 26 Desember pukul  01.20 WIT. (ata)


Bagikan:

Komentar