Dua Caleg Dicoret KPU Kota Tidore Kepulauan

/ Senin, 03 Desember 2018 / 21.32
Zainul Yusup ( Ketua Devisi Teknis KPU Kota Tikep)

TIDORE – Komisi Pemilihan Umum mendiskualifasi dua calon DPRD Kota Tidore Kepulauan.  

Dua calon legislatif yang dicoret KPU Kota Tidore Kepulauan masing-masing adalah Ibrahim Kamma dan Muhlas Marsaoly. 

Ibrahim Kamma merupakan calon legislatif nomor urut 4 Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Pemilihan II yang meliputi Kecamatan Oba, Kecamatan Oba Tengah dan Kecamatan Oba Selatan. 

Sementara Muhlis Marsaoly Calon Anggota DPRD Partai Gerindra nomor urut 6 Daerah Pemilihan I meliputi Kecamatan Tidore dan Kecamatan Tidore Timur. 

Alasan pencoretan itu menurut Ketua Divisi Teknis  KPU Kota Tidore Kepulauan Jainul Yusup, dua caleg yang di coret ini berdasarkan temuan dari rekomendasi Bawaslu ke KPU dengan Nomor HM.02.00/BWS-K/2018 tanggal 26 Oktober 2018.

“ Ibrahim Kamma sudah dicoret karena yang bersangkutan  di duga aktif di Bumdes desa Kudu Oba Utara namun dia sudah mundur diri dan ini menjadi temuan dan rekomendasi Bawaslu Kota Tidore Kepulauan ke KPU Kota Tidore Kepulauan dengan nomor HM.02.00/BWS-K/2018 tanggal 26 Oktober 2018,” ungkap Jainal Yusup kepada wartawan media ini. Senin (3/11/2018).

Lanjut Jainal, untuk Muhlas Marsaoly yang bersangkutan  mundur diri karena diangkat menjadi PNS namun  caleg  tersebut sudah menyurat ke Partai Gerindra dan tembusannya ke KPU Tidore Kepulauan dan Bawaslu  kemudian di susul surat dari DPC Partai Gerindra Kota Tidore Kepulauan dengan Nomor: MU/09-134/B/Kpts/DPC Gerindra/2018 tertanggal 1 Oktober 2018, jelasnya.

Atas dasar  itu lah KPU Kota Tidore Kepulauan kemudian mengeluarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 59/PL.01.4-Kpts/8272/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemilihan Umun tahun 2019 tingkat kota Tidore Kepulauan dan kedua caleg ini kemudian dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

“ Untuk Jumlah Calon Anggota DPRD Tidore sesuai daftar calon tetap (DCT) 320, setelah di coret 2, tinggal 318 Caleg, sekarang final 318,” jelasnya.

Jainul menambahkan mengenai nama dan nomor urut mereka berdua (Ibrahim Kamma dan Muhlas Marsaoly) di surat Suara pada Pemilihan Umum 17 April 2019 nanti tetap ada.

" Nomor urut dan nama tetap ada, hanya saja di coret/di garis panjang, sehingga pemilih yang nanti memilih suaranya akan di alihkan ke suara partai politik,” tukasnya.

Pada tanggal 4-5 Desember 2018 KPU se-Indonesia akan melakukan kegiatan validasi surat suara bersama pada Pemilu Serentak 2019, tujuan dari validasi surat suara ini agar tidak terjadi kesalahan penulisan nama, gelar, atau identitas calon anggota DPRD pada kertas surat Suara pada Pemilihan Umum nanti. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini