|
Menu Close Menu

Hanyut Selama 2 Hari, Pria Asal Bitung Berhasil di Selamatkan KN SAR Pandu Dewanata

Minggu, 30 Desember 2018 | 03.10
Dilan (Kaos oblong) saat dievakuasi KN SAR Pandudewanata (Foto: Ata)

TERNATE – Dilan (33)  pria  asal Bitung dikabarkan hanyut selama 2 hari mulai dari hari Jumat tanggal 28 Desember 2018.

Dilan di ketahui bekerja di perusahan ikan PT. Galelia selama dua bulan ditugaskan untuk menjaga rumpon ikan.

Pasalnya, korban hanyut karena rumpon yang dijaganya putus dan  hanyut ke perairan laut Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Proses pencarian korban dilakukan, setelah Basarnas Ternate  menerima informasi dari BPBD Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara sekitar pukul 10.35 WIT bahwa satu buah rompong putus dan hanyut di perairan laut Loloda.

Dengan koordinat terakhir dari rumpon tersebut PD TW 1229 0940 I. berada di 02°01'59.00" N - 126°15'30.00 E jarak Pelabuhan. Ahmad Yani Ternate LKP 102.32 NM Heading 138.71.

Berdasarkan keterangan Kepala Basarnas Ternate M Arafah  menyatakan, sekitar pukul 10.45 WIT, Personil Kantor SAR Ternate dengan jumlah 5 orang dan Crew KN. SAR 237 Pandu dewanata berjumlah 11 orang melaksanakan pergerakan menuju LKP di perairan Loloda Maluku Utara untuk mencari korban.

“ Kami melakukan Operasi SAR menggunakan KN.SAR Pandudewanata dan Aaat Medis beserta peralatan evakuasi hari ini (29/12). Dan pukul 17:06 KN SAR Pandudewanata berhasil menemukan rakit, dan di dalam rakit tersebut korban masih dalam keadaan selamat, dan sehat-sehat dan di evakuasi kedalam KN SAR Pandudewanata dan langsung menuju kepelabuhan A. Yani. dalam waktu 4 (empat) jam. Pukul 21:00 KN Sar Pandudewanata tiba di pelabuhan A. Yani. Angin di sekitar LKP 15 kts, Gelombak 1,6 meter, Jarak Pel.A. Yani - LKP 102.32 NM, Radian : 138.71°. Estimasi waktu tiba di LKP : 5 Jam 6 Menit 57 Detik,” ungkap M. Arafah kepada wartawan media ini. Sabtu (29/12).

Pada kesempatan itu, Kepala Basarnas Ternate M Arafah, menghimbau kepada masyarakat Maluku Utara, baik nelayan maupun jasa transportasi laut agar tetap waspada dengan cuaca saat ini kurang baik.

“ Transportasi laut terutama di kapal maupun speedboat harus ada perlalatan lengkap seperti life jacket dan komunikasi harus aktif. Sebab hal itu mempermudah, apabila nanti terjadi sesuatu saat berlayar dapat secepatnya hubungi Basarnas, jika terjadi ada kecelakaan di laut,” ujarnya. (Ata)


Bagikan:

Komentar