|
Menu Close Menu

Ini Tanggap Akademisi Tentang Konsep APBD Halbar 2019 Berbasis Zero-Zero

Rabu, 19 Desember 2018 | 10.24
Sahroni A. Hirto (Dosen  Ilmu Administrasi Negera UMMU) 

HALBAR – Dosen Ilmu Administrasi Negara Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Sahroni A Hirto menyoroti konsep zero-zero pada Anggaran Pendapat Balanja Daerah (APBD) induk 2019 Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Sahroni Hirto menyatakan jika asumsi APBD 2019 dibangun dengan konsep zero-zero atau yang lebih dikenal zero based budgeting (zbb) tidak ada salahnya dalam artinya penganggaran dibangun dari nol yang tidak berdasar pada asumsi anggaran tahun lalu.

Secara konsepsi ZZB adalah bantahan atas tradisional budgeting yang lebih menekan incremental dalam penyusunan anggaran. Incremental itu maksudnya hanya pada pola peningkatan atau penurunan angka Rp pada anggaran tahunan jika tahun lalu pemberdayaan 1 M maka tahun ini asumsi dinaikkan menjadi 1,2. Sedangkan asumsi zero bangunan APBD tidak berdasar pada APBD 2018.

“ Yang terjadi dalam APBD Pemkab Halbar hanya sebatas asumsi zero, namun tidak terlihat bangunan baru yang muncul dalam APBD 2019 yang terlihat hanyalah tradisional budgeting yang  asumsinya peningkatan untuk program jangka pendek," jelasnya.

Menurut mahasiswa Pascasarjana Prodi Ilmu Administrasi Negara UGM ini,  jika asumsi penerimaan tahun 2018 adalah Rp 182 miliar, maka bangun ZBB pada tahun 2019 tidak berdasar pada itu, dan harus dibangun asumsi dengan dalih kreativitas atau inovasi daerah yang direncanakan.

Sedangkan asumsi 2019 Pemkab Halbar menargetkan Rp 191 miliar artinya masih terlihat incremental yang berarti bangunan anggaran APBD masih bersifat tradisional budgeting bukan zero based budgeting.

“ Karena saya tidak melihat dasar zero dalam bangunan APBD 2019," ujar Sahroni. (ncs)

Bagikan:

Komentar