Jelang HBKN, Harga Terkendali dan Pasokan Aman di Papua Barat

/ Jumat, 07 Desember 2018 / 13.32
Foto: Istimewa

SORONG -  Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Untuk itu, Kemendag bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi-instansi terkait untuk memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik. Staf Ahli  Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) “Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019” di Sorong, Papua Barat, hari ini, Jumat (7/12).

“Pemerintah siap menyambut datangnya Natal dan Tahun Baru, serta menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah di Indonesia. Tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat. Pemerintah siap untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat. Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN, ungkap Sutrino Edi.

Pelaksanaan Rakorda, lanjut Sutriono Edi, merupakan upaya Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pada level yang terjangkau. Lewat Rakorda ini, Pemerintah mengawal kesiapan instansi terkait dan para pelaku usaha bapok, terutama untuk menghindari terjadinya kenaikan harga, kekurangan stok/pasokan dan gangguan distribusi, tegasnya.

Rakor hari ini di Sorong, Papua Barat ini merupakan bagian dari rangkaian rakor dalam menghadapi HBKN. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin rakor serupa di Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (11/11). Kemendag juga telah melakukan Rakorda serupa di Pontianak, Bandung, Palangkaraya, Kupang, Yogyakarta, Medan, Bali, dan Solo. Rakorda yang melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait serta para stakeholder membahas kondisi pasokan serta kesiapan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menghadapi potensi kenaikan permintaan mulai dari pengadaan, distribusi, dan langkah stabilisasi yang akan dilakukan.

Empat Langkah Strategis

Terdapat empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN ini. Pertama, melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), Harga Eceran Tertinggi (HET) beras (Permendag 57/2017), dan harga acuan di konsumen (Permendag 96/2018).

"Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha," tegas Sutrino Edi.

Kedua, melalui penatalaksanaan dengan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; memfasilitasi BUMN dan pelaku usaha; serta menugaskan Bulog.

Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Keempat, melalui upaya penetrasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog Divre setempat, dan pelaku usaha distribusi barang di daerah pantauan untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia dalam jumlah cukup hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dalam rangka pemantauan harga bapok di pasar, Sutriono Edi berserta rombongan juga melakukan peninjauan ke Pasar Sentral Remu di Kota Sorong. Dari hasil pemantauan di pasar tersebut, diketahui harga dan pasokan stabil dan terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan per 6 Desember 2018, beras medium Bulog Rp10.000 per kg, beras premium Rp11.000-Rp13.000 per kg, gula pasir Rp12.000-Rp15.000/kg, minyak goreng curah Rp13.000/liter, telur ayam ras Rp31.000/kg, cabe merah keriting Rp50.000/kg, cabe merah besar Rp60.000/kg, cabe rawit merah Rp60.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, serta daging sapi Rp120.000 per kg.
Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional untuk memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok, Sutriono Edi juga mengunjungi Pasar Modern Supermarket Mega, Yohan, dan Robinson; gudang Bulog Subdivre Papua Barat; dan dua gudang distributor setempat. Hasil pantauan tersebut menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Papua Barat terjamin dan aman menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Stok beras di gudang Bulog Subdivre Sorong sebesar 4.600 ton dan akan datang pengiriman sekitar 2.000 ton. Adapun stok gula sebesar 1.400 ton dan di pelabuhan 650 ton. Stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

“Hasil pantauan kami menunjukkan harga-harga bapok di Provinsi Papua Barat terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat dan tenang,
ungkap Sutriono Edi.

Pada rakorda, pemerintah daerah diminta agar memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bapok. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok. Sutriono Edi juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.

“Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan, ujarnya.(Azrul)



Komentar Anda

Berita Terkini