M. Al Yasin Bantah Pernyataan Wakil Bupati Halteng

/ Minggu, 02 Desember 2018 / 21.41
Mantan Bupati Halteng M. Al Yasin Ali

WEDA - Pernyataan Wakil Bupati Halmahera Tengah Abdurahim Ode Yani mengenai hutang 50 Milyar kepada pihak ketiga yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya menuai tanggapan dari mantan bupati M. Al Yasin Ali. Minggu, (2/12/18)

Eks Bupati Halteng dua periode M. Al Yasin Ali menegaskan  tidak akan ada hutang kepada pihak ketiga yang tertunggak kalau seandainya RAPBD 2018 yang telah disusun melalui tahapan musrembang tidak diubah oleh tim transisi Elang Rahim ketika itu. 

"RAPBD 2018 sebenarnya telah dirancang melalui tahapan pembahasan Musrembang sehingga kegiatan dan anggaran itu cukup  untuk membiayai program-program fisik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat antara lain Pasar Darurat pasca kebakaran Pasar Fidi Jaya, RSUD Weda, Mesjid Agung Darussalam Weda, Kantor Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda), dan tukar guling Kantor kejaksaan lama yang terletak di belakang RSUD dengan Bangunan baru kantor Kejaksaan yang terletak didepan Polres Halteng. Saat ini tersisa pagar kejaksaan yang belum terbayar, dan bangunan-bangunan lainnya. Namun sayangnya RAPBD yang telah disusun itu dirubah oleh tim transisi sehingga tunggakan kepada pihak ketiga tersebut menjadi hutang,” ujar Yasin.

Namun meski begitu Yasin membantah kalau program-program pembangunan yang telah dilakukannya itu dianggap belum penting dan belum mendesak. Terutama soal pembangunan gedung Dekranasda. 

“ Halmahera Tengah itu banyak tersimpan SDA dan SDM kelompok-kelompok kreatif, kelompok seni dan kebudayaan yang belum tereksplor. Banyak sumber-sumber daya yang tersedia tapi seperti mati suri. Oleh karena itu keberadaan gedung ini penting dan sangat dibutuhkan  sebagai wadah untuk  menampung, mewadahi sekaligus memasarkan seluruh potensi lokal yang ada,” pungkasnya.

"Semua itu penting dan urgen dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan, percepatan pembangunan, dan sekaligus bentuk pemberdayaan kepada masyarakat. Persoalannya terletak pada kemampuan pemerintah saat ini dalam mengeksplor, mengelola dan mensinergikan seluruh potensi lokal yang tersedia sehingga bisa menjadi sumber  pendapatan masyarakat dan daerah. Yang paling terpenting adalah keberadaan gedung Dekranasda itu sebagai wujud mengimplementasikan kearifan-kearifan lokal yang didalamnya terkandung nilai-nilai Fagogoru,” sambungnya.

Selain itu pernyataan Abdurrahim soal pembangunan RSUD Halteng yang disebut sudah 10 tahun belum tuntas juga disoroti. Dikatakan Yasin, faktanya tidak demikian karena RSUD Weda sebelumnya itu bangunannya rendah dan sering kebanjiran saat hujan sehingga penting dibangun baru dengan fondasi yang lebih tinggi. Pembangunan gedung RSUD yang baru itu mulai dikerjakan pada tahun 2014,  tujuannya selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat juga bertujuan untuk peningkatan akreditasi RSUD dari tipe D menjadi RSUD tipe C.

Nah, sekarang kalau memang Pemda Halteng saat ini ingin menuntaskan seluruh program dan pekerjaan yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya,  cukup dianggarkan untuk satu tahun anggaran maka saya yakin akan tuntas. Karenanya tidak perlu saling menyalahkan apalagi mengeluarkan statemen seolah-olah bahwa saya gagal dan hanya membebankan hutang kepada pemerintah sekarang, pungkas Al Yasin.

Sementara itu dilain pihak terkait hutang pembangunan Mesjid Agung Babussalam Weda, menuai tanggapan dari sejumlah warga di Kota Weda. 

Seorang warga Fidi Jaya yang enggan namanya disebutkan mengatakan, Mesjid Raya Weda adalah mesjid kebanggaan orang Halmahera Tengah, yang dibangun oleh mantan bupati Al Yasin Ali. Kehadiran mesjid ini selain bermanfaat untuk umat dalam hal ibadah dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, juga  menjadi salah satu ikon Kota Weda. Karenanya penyelesaian Mesjid Agung harus menjadi prioritas pemerintahan sekarang. Jangan jadikan hutang sebagai alasan.

"Jika Pemerintah Daerah tidak mampu membayar hutang kepada pihak ketiga dan melanjutkan pembangunan Mesjid kebanggaan orang Halteng ini maka ia akan menggerakkan dan mengajak seluruh warga Halteng terutama yang berada di Kota Weda untuk mendonasikan sedikit harta mereka melunasi hutang daerah kepada pihak ketiga meskipun dengan cara dicicil" ujarnya. (Tim)

Komentar Anda

Berita Terkini