Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi Resmi di Lauching

/ Selasa, 04 Desember 2018 / 20.16
Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi di lauching di Benteng Front Oranje Ternate 

TERNATE -  Buku novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi yang ditulis Okky Madasari  resmi lauching di taman  Fort Oranje  Ternate yang disponsori Komunitas Jala Malut. Senin (3/12/2018).

Acara ini di hadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak SD, sampai Ibu rumah tangga. selaian itu, buku Mata dan Rahasia Pulau Gapi bernarasi sejarah Ternate   di ramu menjadi novel bernuansa dunia fantasi anak-anak.

Meskipun acaranya sederhana, namun nuansa  diskusi maupun transformasi pengetahuan dari Okky Madasari membuat banyak orang kagum metode penulisan sastra menggunakan power imajeri dalam fenomena masa lalu.

Menurut Okky Madasari menjelaskan hadirnya novel ini kita bisa dapat memperkenalkan anak-anak dengan beragam pengetahuan mengandung nilai sejarah. Karena selama ini kita jarang sekali, menemukan novel  di khususkan untuk anak-anak, yang ada hanyalah buku bernarasi dunia Eropa, China, Korea dan sebagainya.

Lanjutnya,  Buku Mata dan Rahasia Pulau Gapi dapat mengajarkan anak tentang nilai-nilai sejarah, kemanusiaan, kehidupan, dan pengatahuan di negeri sendiri. Walaupun tulisan mendominasi sastra.  Menurut Okky kenapa harus menulis buku konstruksi ke Indonesia timur, bagi dia Rakyat Indonesia punya hak yang sama. Patut mendapat kesejahteraan dalam ilmu pengetahuan, maka dari itu sudah beberapa buku diterbitkan agar anak-anak indonesia timur juga bisa memproduksi pengetahuan yang sebelumnya mereka ketahui di daerah mereka, jelasnya.

Buku ini menceritan tentang Ternate, sebab Ternate dulu salah satu pulau yang mengendalikan dunia, mengendalikan perdagangan dunia, politik dan lain-lain. Akan tetapi setelah indonesia merdeka terjadi distorsi dalam konteks repsentatif negeri sejarah. Ternate menjadi batang terapung di perairan bebas. Cerita buku mata dan Rahasia Pulau Gapi merupakan potret pulau ternate pada masa lalu bagi anak-anak.

Akhir dari luanching tersebut dipersembahkan untuk mahasiswa maupun masyarakat bila ingin mendapat buku gratis, maka harus membuat resume, terkait diskusi yang berlangsung, paparnya. (cul)

Komentar Anda

Berita Terkini