Polisi Ringkus Lima Pelaku Pungli di Pelabuhan Speedboat Sofifi

/ Kamis, 06 Desember 2018 / 19.18
Oknum Pelaku Pungli yang diamankan Polres Kota Tidore Kepulauan (Foto: Aidar Salasa)

TIDORE- Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tidore Kepulauan mengamankan sekelompok orang yang diduga melakukan praktik pungutan liar (Pungli) di kawasan  pelabuhan speedboat  Sofifi,  Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Kamis (6/12).

Sejumlah pelaku yang berhasil  yang diamankan anggota Reskrim Polres Tidore Kepulauan di ketahui dari Koperasi Samudra masing-masing adalah  berinisial SS (50), LH (45), MS (60) dan AH (29) serta MS.(33).

Berdasarkan keterangan Reskrim Polres Tidore Kepulauan IPTU Gastimur Wanto penangkapan terhadap 5 oknum  ini pihaknya mendapat laporan dari masyarakat setempat terkait dengan adanya praktik pungutan liar yang terjadi di pelabuhan speedboat di Sofifi.

Dengan adanya laporan tersebut  beberapa anggota  langsung di terjun ke TKP guna  menindaklanjuti laporan itu.  Sesampainya ke TKP laporan yang disampaikan oleh masyarakat ternyata  benar telah terjadi pungli.

“  Lima  5 oknum serta barang bukti uang sebesar Rp.500.000 langsung diamankan guna penyelidikan untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus ini,” tutur Kasat Reskrim IPTU Gastimur Wanto kepada wartawan di Tidore.

Menurut Kasat, kasus ini masih pendalaman,  apakah ada keterlibatan dari pihak pengelolaan atau otorisasi wilayah tersebut atau hanya sekedar sekelompok orang dengan dasarnya apa (mereka-red) melakukan pungutan.

Selain itu,   apakah ini berdasarkan kesepakatan atau seperti apa? karena dengan hal yang di praktikkan oleh beberapa oknum ini sangat meresahkan warga.

Keterangan beberapa oknum yang melakukan praktik pungutan ini. Dimana setiap speedboat yang sedang berangkat untuk menuju di Kota Ternate mereka langsung mengumpulkan uang di masing-masing speedboat berkisar 50 ribu rupiah.

“ Intinya dengan kasus ini kita masih dalami dan beberapa oknum yang diamankan masih di interogasi sejauh mana praktik pungli yang mereka lakukan ini,” pungkasnya.

Modus yang dilancarkan para pelaku berdasarkan kesepakatan  pihak kelompok (oknum-red) dan pengemudi speedboat masih dalam pendalaman.

“ Keterangan mereka dulunya itu tidak diatur seperti ini, maka semerawut  mana yang berangkat duluan dan Speedboat mana yang antrean terus dengan jumlah penumpangnya semerawut, jadi mereka alasannya mereka untuk mengontrol speedboat dan jumlah penumpangnya,” beber Gastimur. 

Yang jelas kasus ini, kata Kasat Reskrim masih  dalam lidik siapa-siapa yang terlibat dan uangnya lari ke mana serta modusnya seperti apa nanti akan sampaikan setelah penyelidikan selesai, terang Kasat.

Kata Kasat Reskrim, wewenang  untuk mengecek dan menentukan jumlah penumpang berserta harga tiket ada di syahbandar.

 " Yang berhak atau wajib mengecek itu, bukan orang sipil namun syahbandar. Penangkapan  itu  Kepala Syahbandar juga tahu, tapi nanti kita mengecek lebih mendalam lagi keterlibatannya sejauh mana,” tutupnya. (dar)

Komentar Anda

Berita Terkini