|
Menu Close Menu

Cegah Penyaluran Miras Ilegal, Sat Narkoba datangi Sejumlah Pabrik Captikus di Motoling

Selasa, 22 Januari 2019 | 07.51
Pabrik Penampung Captikus di Kecamatan Motoling.



MINSEL- Satuan Reserse Narkoba Polres Minahasa Selatan Datangi sejumlah perusahan Penampung Minuman Keras merk "Captikus" di Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Selasa/22/Januari/2019.

Kedatangan Pihak Kepolisian sebagai bentuk pengecekan terhadap para penampung minuman beralkohol Jenis captikus yang berada di Kecamatan Motoling.

"hal ini dimaksudkan untuk pengawasan, pengendalian sekaligus penyuluhan hukum terhadap pelaku usaha cap tikus yang berada di wilayah hukum Polres Minsel, Dalam kegiatan pengecekan ke beberapa pengusaha penampung cap tikus setelah dicek telah mentaati aturan dengan melengkapi dokumen penampungan dan dokumen penyaluran yang dikeluarkan oleh Pemkab Minsel. Untuk menghindari penyalahgunaan minuman beralkohol Captikus maka kami memberikan pemahaman hukum sehubungan dengan mekanisme penjualan minuman beralkohol tersebut, yang dimana minuman berlakohol jangan sampai dijual atau diedarkan langsung kepada konsumen atau masyarakat, tapi hendaklah dijual kepada perusahan industri pembuat minuman beralkohol yang resmi yang dalam produksinya harus memperhatikan mutu standar produksi dan mutu pangan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, diatur bahwa minuman beralkohol yang berasal dari produksi dalam negeri maupun asal impor harus memenuhi standar mutu produksi serta standar keamanan dan mutu pangan," ujar Kasat Narkoba Polres Minsel IPTU Denny Tampenawas.

Lanjut Kasat standar mutu produksi telah diatur oleh instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perindustrian sedangkan standar keamanan dan standar mutu pangan yang harus dimiliki oleh minuman beralkohol diatur lebih lanjut dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Standar Keamanan dan Mutu Minuman Beralkohol.

"Dengan demikian, standar yang harus dipenuhi untuk minuman beralkohol adalah standar mutu produksi serta standar keamanan dan standar mutu pangan.
Dari pemahaman hukum tersebut maka diharapkan bagi para penampung yang membeli minuman beralkohol cap tikus dari petani hendaklah memahami agar minuman beralkohol tidak dijual langsung kepada konsumen atau masyarakat karena bila ditemukan dilapangan maka kami pihak Kepolisian akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," Tambahnya.

Giat ini akan terus di laksanakan Oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Minsel, sebagai upaya pencegahan agar tidak ada penyalah gunaan penyaluran Miras Ilegal. (Ir)
Bagikan:

Komentar