|
Menu Close Menu

Farah Mursilla Hanafi: Perempuan Harus Jadi Agen Perubahan

Minggu, 20 Januari 2019 | 18.02
Farah Mursilla Hanafi
TERNATE- Tidak hanya sekadar memenuhi syarat kuota 30% keterwakilan perempuan dipemilihan legislatif 17 April 2019 mendatang. Farah Mursilla Hanafi, salah satu politisi perempuan dari Partai Garuda ini angkat bicara terkait isu kesetaraan gender.

Ditemui media ini dikediamannya dibilangan Jerbus, pada Minggu 20/01/19. Perempuan yang juga aktif di Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia  ini mengungkapkan visi dan misinya dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Farah, hal yang paling penting dilakukan kaitannya dengan isu gender ini ialah soal bagaimana meningkatkan kapasitas SDM, terutama dalam perlakuan mengenai kesetaraan dan keadilan dalam mendapatkan hak-hak pendidikan kaum perempuan.

"Data BPS Kota Ternate menunjukkan jumlah perempuan usia 19-24 tahun yang masih bersekolah itu hanya berada pada kisaran 40% dari total populasi perempuan yang ada di Kota Ternate. Itu artinya masih terdapat sebanyak 60% perempuan yang lulus SMA tidak dapat melanjutkan pendidikan kejenjang S1. Tentu saja ini menjadi persoalan tersendiri yang harus segera dituntaskan. Karenanya kedepan perlu dipikirkan caranya terutama membangun kesadaran bagi kaum perempuan tentang pentingnya pendidikan agar tujuan peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan mumpuni dapat dicapai", ungkapnya.

Selain itu kata Farah, penting juga dipikirkan adalah soal pemenuhan
Kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan perempuan dibidang Ekonomi, UMKM, dibidang seni dan kebudayaan sehingga terwujud kesetaraan dan keadilan gender  yang demokratis, sejahtera dan beradab.

"Yang paling terpenting bagi saya adalah setiap perempuan yang terlibat dalam kontestasi pileg kali ini harus bisa menjadi agen perubahan untuk membela hak-hak kaum perempuan di parlement nanti. Dengan begitu syarat 30% untuk kouta caleg perempuan yang diberikan kepada kita tidak menjadi sia-sia atau pelengkap persyaratan calon legislatif saja", pungkasnya.

Reporter : Nasrul Muhlas
editor      : Rahman Mustafa
Bagikan:

Komentar