|
Menu Close Menu

Kontraktor Tajir Terjaring Razia BNNP Malut

Rabu, 02 Januari 2019 | 16.25

Foto : AM Alias Adam (Kamaje Putih) saat diamankan BNNP Malut dan Tim Gabungan TNI-Polri di lantai I Royal Resto 
TERNATE -   Salah satu oknum kontraktor tajir berinisial AM alias Adam terjaring razia gabungan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) dan TNI-Polri saat menggelar razia narkoba di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Ternate pada malam pergantian tahun beberapa waktu lalu. Senin malam (01/01/2019).

Informasi yang di himpun media ini, razia dimulai dari Q-Beat di Jalan Sultan Muhammad Djabir Sjah, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah. Di mana BNNP Malut memeriksa 11 orang pengunjung  di dalam room karaoke lantai satu, usai di periksa urinenya dari 11 orang, satu orang wanita positif mengandung benzo.

Usai merazia Q-Beat, BNNP bersama tim gabungan langsung mendatangi Royal Resto di jalan Moleo, Kelurahan Santiong, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Di tempat ini BNNP juga memeriksa 11 orang pengunjung termasuk wanita pemandu karaoke (ladies).

Dalam pemeriksaan tes urine tiga warga negara asing (WNA) asal China turut diperiksa urinenya termasuk Adam Marsaoly ayah dari Ketua DPRD Kota Ternate turut diperiksa atau di tes urine oleh petugas BNNP.

Dalam pemeriksaan tes urine terhadap Adam Marsaoly sedikit memakan waktu. sebab  saat pertama dijumpai di royal resto Adam Marsaoly sempat diamankan  keluar dari royal resto. Tetapi upaya mengamankan terhadap Adam Marsaoly langsung di ketahui awak media yang mengikuti razia tersebut.

Berselang beberapa menit kemudian Adam Marsaoly digiring untuk dilakukan pemeriksaan urine di lantai satu.

Menurut Ketua Tim Operasi AKP Nyoman  kepada awak media menyatakan dalam operasi itu, pihaknya hanya melakukan razia di dua tempat hiburan malam yakni Q-beat dan Royal Resto.

"Di Q-beat kami menemukan ada salah satu wanita yang urinenya positif mengandung benzo, Sementara Di Royal semuanya negatif, termasuk Adam Marsaoly," katanya.

Kepala Bidang P2M  BNNP Malut selaku ketua pemeriksa urine, Hairuddin Umaternate  kepada wartawan  menjelaskan pelaksanaan tes urine tersebut bersifat persuasif dan simpatik.

"Dalam pelaksanaan operasi itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan General Manager (GM) Q-beat dan Royal bahwa negara akan hadir di semua tempat sehingga memberi ruang kepada rekan-rekan di tempat hiburan malam tidak lagi menggunakan narkoba agar terciptanya lingkungan yang bersih narkoba," ujarnya.

Sambung Hairuddin pemeriksaan urine di Royal Resto sebanyak  11 orang pengunjung termasuk ladies.

"Jadi di Royal seluruhnya negatif, termasuk pak Adam," jelasnya.

Dalam operasi ini tim gabungan berhasil memeriksa 22 orang. (ata)


Bagikan:

Komentar