|
Menu Close Menu

PERJUANGAN YANG TAK BERHENTI, UNTUK MASYARAKAT OBI

Senin, 14 Januari 2019 | Januari 14, 2019

(Harapan: Kepada Pemerintah Jangan Diam)


Penulis : Muhammad Risman

Saat ini sudah bulan Januari 2019. Sesuai usulan pada saat rapat akhir Oktober 2018 di Grand Dafam Ternate bersama Direksi PT. Harita Group bahwa pihak perusahaan akan merealisasi beberapa usulan perwakilan Pemuda/Mahasiswa Obi diantaranya; Peningkatan mutu pendidikan, peningkatan kesehatan dan Peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM) bagi warga lingkar tambang.

Persoalan lain yang harus di penuhi oleh pihak perusahaan membangun Asrama permanen untuk mahasiswa pulau Obi di Ternate. saat ini bersifat kontrak. Itu kewajiban pihak perusahaan sebagai bentuk realisasi dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan kepada masyarakat lingkar tambang pada umumnya di Pulau Obi.

Kewajiban pihak perusahaan juga  di atur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2012 tentang Penanaman Modal, Peraturan Pemerintah Nomor 47 ahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Sekarang ketentuan-ketentuan tersebut sudah di patuhi oleh setiap perusahaan yang berinvestasi dan perusahaan apa saja yang sudah melaksanakan sesuai ketentuan yang menjadi kewajiban setiap perusahaan di Indonesia.

Tentu keberadaan PT. Harita Group salah satu perusahaan tambang yang berinvestasi di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan yang mengelola biji Nikel harus mematuhi ketentuan yang di wajibkan. Jika tidak penuhi maka menjadi pertanyaan kita bersama, ada apa?  Apakah ada pihak – pihak tertentu yang bermain khususnya menikmati dana CSR perusahaan kemudian merugikan masyarakat pada umumnya.

Sebenarnya itu yang diperhatikan oleh penegak hukum terkait permasalahan. Atau apakah menunggu masyarakat yang dirugikan melaporkan kepada pihak berwajib atas ‘dugaan' penggelapan dana CSR perusahaan! Karena selama ini pihak perusahaan tertutup. 

Padahal sekali lagi dana CSR merupakan kewajiban bukan diminta, tetapi di ulangi itu kewajiban. Belum lagi, persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan bandara di Kawasi (area perusahaan tambang) yang di nilai tidak adil terhadap masyarakat sebagai pemilik dan itu sudah di suarakan oleh pemilik lahan melalui perwakilan mahasiswa Obi di Ternate dan di beberapa tempat di luar daerah di jakarta.

Bahkan secara resmi di dampingi salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sudah melaporkan kepada pihak berwajib atas sikap perusahaan tetapi sampai saat ini belum ada kabar kejelasan sampai dimana proses tahapannya.  Maka, kami meminta perhatian kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara agar membuat regulasi pengelolaan dana CSR perusahaan di Obi yang jelas dan benar-benar menyentuh masyarakat.

Ada beberapa perusahaan yang beroperasi di pulau Obi, selain pertambangan juga, Pengelolaan Kayu dengan luas area ribuan, bahkan puluhan ribu hektare. Sementara masyarakat lingkar perusahaan tidak mendapat manfaat dari aktivitas perusahaan – perusahaan yang beroperasi.

Apalagi yang di pikirkan oleh pemerintah. Jika perusahaan tidak menjalankan kewajiban, maka kami sebagai perwakilan masyarakat lingkar tambang untuk kembali memperhatikan seluruh yang berkaitan dengan perusahaan terutama kewajiban kepada masyarakat. Disini pemerintah Jangan diam!

Kebijakan yang di putuskan setiap perusahaan khususnya tambang banyak merugikan masyarakat, misalkan di Sulawesi Tenggara beberapa tambang di nilai menabrak kesepakatan-kesepakatan yang di buat, itu diharapkan tidak terjadi di pulau Obi, halmahera selatan.

Saya melihat di sulawesi tenggara banyak kasus pertambangan sampai saat ini ada beberapa belum ada kesepakatan terkait aktivitas perusahaan tetapi di paksakan sehingga menjadi pemicu terjadi keributan. Hal itulah, yang tidak di inginkan di Pulau Obi.

Dengan harapan kami sampaikan kepada pemerintah dan pihak pihak terkait untuk mari bersama-sama dengan masyarakat mengawal aspirasi khususnya masyarakat lingkar perusahaan. (**)

Bagikan:

Komentar