|
Menu Close Menu

Tolak Kalona Ma Soa Tempati Kesultanan, Ini Tanggap Putra Mendiang Sultan Ternate

Rabu, 09 Januari 2019 | Januari 09, 2019

Kedaton Kesultanan Ternate
TERNATE –  Kisruh di Kedaton Kesultanan Ternate kembali berulang. Kali ini Hidayat Mudaffar Sjah, putra dari mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah ini, menolak Syafruddin Bin Iskandar Muhammad Djabir Sjah  yang merupakan kakak dari almarhum Mudaffar Sjah untuk menempati Kedaton Kesultanan Ternate.

Menurut Hidayat, anak-anak mendiang Mudaffar Sjah menolak kedatangan pamannya (Syafruddin) sebagai Sultan untuk masuk di Kedaton Kesultanan Ternate ini.  Sebab posisi pamannya yang diangkat sebagai Sultan Ternate adalah illegal karena diangkat oleh Bobato 18 (Dewan Kesultanan) yang illegal pula.

“Kalau mau jadi sultan, bubarkan dulu 18 Bobato yang illegal. Apakah itu bijak?, bawa bobato yang sah dan buat pemilihan. ujar Hidayat saat di konfirmasi wartawan media ini melalui via handphone. Rabu (9/1/2019).

Hidayat menuturkan, ia sendiri juga tidak berkeinginan adanya hal ini, namun ini sudah cara dan jalannya hukum adat yang harus dilakukan tidak boleh pakai cara iIlegal atau cara – cara kudeta itu tidak dibenarkan.

“Tadi kalau tidak ada aparat keamanan dari kepolisian dan tentara maka akan terjadi konflik. Apalagi mereka itu tidak punya rakyat mau berhadapan dengan kami (anak-anak almarhum Mudaffar Sjah) yang dibelakangnya ada rakyat Ternate ini,” ungkap Opa Dayat sapaan akrabnya.

Hidayat menjelaskan, kedatangan Ou Ta (Safruddin-red) yang dipimpin oleh Ismunandar Aim Syah adalah untuk berdialog dalam rangka pelurusan hukum adat yang berlaku, bagaimana tata cara pengangkatan sultan, pemilihan, penetapan dan pengukuhan serta prosedur-prosedurnya. 

" Dan itu saya tawarkan ke mereka, kalau mau jadi sultan harus dengan cara yang baiklah, ada Bobato 18 yang sah bobato 18 yang dibentuk ayahnya (mendiang Mudaffar Sjah). Jangan pakai cara-cara illegal dengan memaksakan kehendak untuk kami akui Syafruddin sebagai Sultan," ucapnya.

“Itu Ismunandar pergunakan Om (Ou Ta-red) yang sudah tua dan usianya 86 tahun serta sudah pikun untuk dijadikan tameng, karena dia (Ismunandar-red) berambisi untuk menduduki kedaton karena mungkin punya kepentingan,” terang Opa Dayat.

Terpisah, Ismunandar Aim Syah saat di konfirmasi melalui via handphone. Pada Sabtu (05/01) pekan kemarin. Ia menjelaskan pihaknya berniat baik datang kedaton untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 3 tahun ini. hanya saja kehadirannya di tolak oleh Hidayat Mudaffar Sjah, karena Hidayat tidak mau berdialog. Bahkan dia (hidayat-red) tidak mengakui Bobato 18 yang telah menunjuk pamannya Syarifuddin sebagai Sultan Ternate.

“ Dia (Hidayat-red) menciptakan seakan-akan suasana deadlock sehingga dialog tidak bisa dilanjutkan,” papar Ismundar.

Berkaitan tudingan motif politik yang dituduhkan oleh mereka kepada dirinya.  “ Itu adalah tidak benar itu hanya prasangka dia (Hidayat-red) saja, sedangkan Ou Ta menjadi Sultan Ternate ke 48 yang diberikan gelar Kolano Ma Soa  diangkat oleh Bobato 18  wakil Sultan Ternate, yakni Munir Tomagola,” ungkap Ismunandar.

Sambung Ismunandar, pada waktu itu mendiang Sultan Mudaffar Sjah sedang sakit, Munir Tomagola ditunjuk sebagai wakil sultan untuk mengisi kekosongan bobato 18. Dan Munir Tomagola kemudian mengangkat para bobato 18 yang selanjutnya mereka mengangkat Syarifuddin sebagai Sultan Ternate,” terang Ismunandar.

Dengan demikian, Kata Ismunandar, hasil pengangkatan Bobato 18  oleh wakil sultan Ternate Munir Tomagola serta penunjukan Sultan Ternate oleh Bobato 18 tersebut tidak di akui oleh Hidayat.

“ Ini lah kemudian mereka menolak Ou Ta menjadi Sultan Ternate dan tidak boleh menduduki kedaton Kesultanan Ternate,” tutupnya. (cul)
Bagikan:

Komentar