|
Menu Close Menu

Walikota Tidore Minta Warga Perumahan Lapor Polisi

Rabu, 06 Februari 2019 | Februari 06, 2019
Ali Ibrahim (Walikota Tidore)
TIDORE – Alasan pemboikotan dan pengrusakan 50 unit perumahan yang ditempati masyarakat Desa Tului oleh masyarakat Desa Toseho. Lantaran sangketa tapal batas kedua  desa belum ada titik penyelesaian dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. 

Adanya insiden yang terjadi membuat Walikota Tidore Kepulauan Capt. H Ali Ibrahim angkat bicara. Menurutnya proses berdirinya perumahan ini penyebabnya adalah banjir yang menimpa sebagaian masyarakat Desa Tului. Berangkat persoalan itu, Ia bersama Kepala Dinas Perkim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan ternyata pada kesimpulannya masyarakat Desa Tulu harus dipindahkan. Maka dirinya meminta warga Desa Tului karena lokasi tersebut tidak layak untuk dibangun sebuah pembangunan.

“ Percuma saja bantuan yang disodorkan terkait dengan pembangunan tersebut selalu dihadang banjir. Akhirnya keputusan tim pada saat itu kita menanyakan kepada masyarakat apakah ada warga yang bersedia melepaskan lahan untuk membangun perumahan ini, namun dengan persyaratan harus menghibahkan ke Pemkot Tidore. Ternyata ada salah satu tokoh  Desa Tului menghibahkan  lahannya ke Pemkot Tidore yang kemudian kami mengusulkan ke Kementerian PU ternyata direstui dengan dasar-dasar itu, akhirnya kita bangun,"  jelas Ali Ibrahim saat ditemui sejumlah wartawan Rabu, (6/1/2019) di Kantor walikota Tidore.

Sambung Walikota, untuk pembangunan perumahan ini diperuntukkan sebagian masyarakat Desa Tului karena pada awalnya terkena banjir, Sehingga dengan 
hal tersebut di setujui oleh pak Dirjen, tuturnya.

Ali Ibrahim juga mengakui bahwa lahan yang dibangun untuk perumahan ini secara administrasi masuk di Desa Tului. Akan tetapi tidak ada kaitannya dengan itu, namun yang penting sebanyak 50 orang masyarakat Desa Tului kita dapat selamatkan mereka di perumahan yang dibangun ini, ujarnya.

Mengenai masalah tapal batas. Ia sudah memerintahkan Sekretaris Daerah agar segera koordinasi dengan pihak terkait untuk membicarakan persoalan ini.

" Kalau masyarakat Desa Toseho minta mau Sultan  turun, Kondisi Sultan saat ini kan kita tahu persis beliau lagi sibuk menghadapi pencalonannya sebagai anggota DPD RI. Jadi tadi saya sudah sampaikan di Sekda jangan dulu ganggu sama beliau,” tutur Walikota.

Mengenai pengrusakan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Toseho. Walikota Tidore memerintahkan kepada masyarakat Tului yang tinggal di perumahan tersebut harus dilaporkan ke Polsek agar segera diproses karena ini aset daerah.

"Harus dilaporkan agar segera diproses termasuk dengan 5 mesin pompa yang hilang, segera dilaporkan agar ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya. (dar)

Bagikan:

Komentar