|
Menu Close Menu

Baliho Caleg PDIP & Partai Garuda di Tidore di Rusak, Pelaku masih Misterius

Senin, 11 Maret 2019 | Maret 11, 2019
Baliho yang dirusak OTK

TIDORE- Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tidore Kepulauan pada Daerah pemilihan satu (Dapil Satu) yang meliputi Kecamatan Tidore dan Kecamatan Tidore Timur yakni Husaen Hasan dari partai PDI- Perjuangan dan Caleg Partai Garuda Suryani Ramli di kelurahan Doyado kecamatan Tidore Timur dirusaki oleh Orang tak Kenal (OTK).

Ketua Panwascam Tidore Timur, Abdul Gani Adam kepada wartawan media ini, Senin (11/3/2019). Menjelaskan bahwa Pengrusakan alat Peraga Kempanye(APK) kategori baliho memang sedang marak terjadi di Wilayah Kota Tidore Kepulauan dan hal ini terjadi pula di wilayah Kecamatan Tidore Timur.

Pengrusakan baliho dua Caleg Bedah Partai ini, hingga kini belum diketahui pelakunya karena saat melakukan dokumentasi dan investigasi kepada warga sekitarpun tidak mengetahui pelaku karena tidak ada saksi mata yang melihat langsung aksi perusakan tersebut.

"Setelah dapat informasi saya dan panwas kelurahan Doyado langsung terjun ke lokasi untuk lakukan dokumentasi dan investigasi kepada warga sekitar. Bahkan orangtua dan keluarga caleg bersangkutan juga kami mintai keterangan tapi lagi - lagi mereka tidak tahu siapa oknum yang merusak baliho tersebut karena sekitar pukul 11 malam mereka sudah tertidur pulas dan pagi harinya sudah melihat baliho dalam kondisi rusak," ujar ketua Panwascam Tidore Timur


Abdul Gani juga mengakui, pengrusakan baliho ini sudah diteruskan informasinya ke Bawaslu Kota Tidore namun pelaku belum juga diketahui. Berdasarkan bagian ke empat terkait larangan dalam kampanye Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum pasal 280 ayat(1) point (g) yang berbunyi : Pelaksana, Peserta, dan Tim kampanye pemilu dilarang merusak dan a/u menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu. Ayat(4) Pelanggaran terhadap larangan ketentuan pada ayat(1) huruf(g) merupakan tindak pidana pemilu.

Selain itu juga tercantum pula pada Pasal 521 UU nomor 7 tahun 2017 yang berbunyi : Setiap pelaksana, peserta, dan a/u tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu sebagimana dimaksud dalam pasal 280 ayat(1) huruf(g) dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 24.000.000(dua puluh empat juta rupiah), tandas Abdul Gani Adam.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Tidore Bahrudin Tosofu, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (11/3/2019) pagi tadi. mengaku kesulitan untuk menemukan oknum pengrusakan baliho di wilayah Kota Tidore kepulauan meski sudah banyak laporan yang masuk dari jajaran dibawahnya.

"Laporan pengrusakan baliho itu sudah banyak dan memang sedang marak terjadi di tidore tapi kita sangat sulit mengetahui pelakunya meski jajaran panwascam dan panwas kelurahan terus berupaya lakukan investigasi. Kalau tidak temukan oknumnya maka sulit untuk kita proses lebih lanjut karena tidak ada saksi mata yang lihat secara langsung pelaku saat melakukan aksi tak terpuji tersebut, "pungkas Bahrudin. (Aidar)
Bagikan:

Komentar