|
Menu Close Menu

Demo di Universitas Nuku, Ini Tuntutan Mahasiswa

Senin, 04 Maret 2019 | 16.26
      Aksi bakar Ban Di lakukan Mahasiswa


TIDORE- Mahasiswa Fakultas Ilmu Pertanian dan Kehutanan Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan, Melakukan aksi Demo, Hal ini terkait dengan keberadaan Dosen siluman yang melakukan aktivitas proses belajar mengajar pada prodi Fapertahut. Senin/04/03/2019

Sesuai dengan pantauan Wartawan Nusantaratimur.com Dilokasi Demo, terlihat masa yang kurang lebih 20 orang melakukan aksi di depan ruang Rektorat Universitas Nuku dengan membawa Spanduk yang bertulis
" Stop Pembodohan Mahasiswa dan Tingkatan Proses belajar mengajar Fapertahut".

Dalam orasi mahasiswa menuntut adanya keberadaan Dosen siluman.
"Fakta yang terjadi bahwa dalam proses belajar mengajar yang dilakukan khusus pada Fakultas pertanian dan kehutanan, terdapat indikasi adanya dosen siluman yang diduga namanya tercantum dalam jadwal mata kuliah yang dikeluarkan oleh pihak fakultas, namun realisasinya dinilai berbeda.
Padahal sudah jelas termuat dalam UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan Dosen mengenai kualifikasi akademik pada pasal 46 ayat 2 yang mengisyaratkan bahwa dosen memiliki kualifikasi akademik minimum. : Lulus program magister untuk program diploma atau sarjana dan Lulusan program doktor untuk program Pascasarjana," Teriak kordinator aksi Eko Sugianto saat menyampaikan bobotan orasinya.

Eko bahkan menambahkan bahwa
Parahnya lagi, Ada sebagian mata kuliah yang nyaris tidak ada Dosen untuk mengajar.

"Padahal sudah jelas diisyaratkan dalam peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen dalam pasal 1 ayat 2 yang berbunyi Dosen tetap adalah Dosen yang bekerja penuh waktu yang berstatus sebagai tenaga pendidik tetap pada satuan pada satuan pendidikan tinggi tertentu". dan pasal 9 mengenai perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara dosen dan penyelenggaraan pendidikan tinggi atau satuan pendidikan tinggi yang memuat syarat-syarat kerja serta hak dan kewajiban para pihak dengan prinsip kesetaraan dan kesejawatan berdasarkan peraturan perundang-undangan," tambahnya

Adapun tuntutan Para Mahasiswa ialah bagaimana Pihak Universitas menghadirkan Para Dosen yang memang sesuai dengan Aturan yang berlaku demi Kemajuan sistem pendidikan di Universitas Nuku.



"Berdasarkan fakta tersebut, Kami atas nama mahasiswa fakultas pertanian dan kehutanan mendesak kepada pihak Fakultas dan Universitas agar
Segera menghadirkan para dosen yang namanya termuat dalam jadwal mata kuliah untuk memberikan pelajaran kepada mahasiswa Fapertahut,"

Selain itu Permintaan Mahasiswa lainnya ialah
-Meminta terhadap pihak Rektorat segera mengevaluasi kinerja Dekan Fapertahut berserta ketua program studi baik program studi pertanian dan kehutanan mengenai indikasi dosen siluman yang namanya tidak tercantum dalam jadwal mata kuliah.

-Menuntut Rektor dan yayasan Universitas Nuku untuk memberikan sanksi kepada pihak Fakultas pertanian dan kehutanan yang terkesan cuek dengan kehadiran dosen.

- Memberikan sangsi terhadap dosen yang namanya tercantum dalam jadwal mata kuliah yang lalai menjalankan tugas.
Bahkan kami Mendesak kepada Yayasan untuk tidak memberi gaji kepada dosen yang namanya termuat dalam jadwal mata kuliah namun tidak pernah menampakkan batang hidungnya untuk mengajar.

-Mendesak kepada Wakil Rektor I bidang akademik dan Dekan Fapertahut untuk mengevaluasi sikap Ketua prodi pertanian maupun kehutanan yang berkesan tidak beretika dalam mendidik mahasiswa.

-Mendesak kepada pihak Fakultas untuk memberikan dukungan penuh terhadap mahasiswa mengenai pembentukan organisasi intra kemahasiswaan berupa BEM Fakultas dan HMJ.

- Desak terhadap Dekan Fapertahut untuk menghidupkan kembali kuliah Kenal Lingkungan (KKL) yang merupakan merupakan program tahunan BEM Fapertahut.

-Mendesak pihak Fakultas untuk kembali mendudukkan tupoksi Dekan, Prody dan Dosen mengenai proses pembelajaran pembelajaran terhadap peserta didik.
(Aidar).

Bagikan:

Komentar