|
Menu Close Menu

Jelang Pemilu Serentak, KPU Kota Tidore Terus Sosialisasi Sigaro Memilih

Senin, 11 Maret 2019 | 21.29
Jainul Yusup, SS,M.Hum Wakil Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU kota Tidore Kepulauan. 


TIDORE- Sisa Waktu 36 hari lebih Pemilu Serentak pada tanggal 17 April 2019. KPU Kota Tidore Kepulauan terus melakukan sosialisasi Sigaro Memilih dalam bahasa Tidore mengajak Masyarakat Untuk Memilih.

Wakil Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Tidore Kepulauan, Jainul Yusup mengatakan, Mulai kemarin malam kami KPU Kota Tikep telah melakukan sosialisasi "Sigaro Memilih". (11/03/2019)

"Kami KPU Tikep mendatangi di setiap Desa dan Keluran, yang dimulai dari Kecamatan Tidore selama dua malam, malam ke tiga masuk Kecamatan Tidore Timur dan masih sisa dua kelurahan di Kecamatan Tidore, dengan mengsosialisasikan tentang Pemilihan Umum, Tentang apa itu Pemilu, arti penting Pemilu, jadwal tahapan Pemilihan Umum, Data pemilih, hari dan tanggal Pemilihan Umum, tata cara pencoblosan surat suara sah dan tidak sah, mengenai warna surat suara, pindah memilih dan sebagainya sehingga di tanggal 17 April nanti mereka sudah cerdas menentukan pilihannya dan tidak keliru mencoblos atau merusak surat suara, juga membantu KPU untuk menyampaikan info pemilu minimal kepada orang-orang dalam rumah atau keluarga, saudaranya di dalam rumah dan tetangga di sekitarnya," jelasnya

Ia menambahkan bahwa, Materi sosialisasi di boboti tentang pemilih yang nanti pindah memilih sertq berhati-hati karna akan merugikan pemilih sendiri, Karna memilih ini berdasarkan alamat KTP-E dan Dapil (daerah pemilihan), Beda Dapil maka surat suara yang di terima juga sedikit.
"Misalnya pemilih tinggal dan alamat e-KTP di Dapil 1, Meliputi Kecamatan Tidore dan Tidore Timur di hari pemilihan pindah mencoblos di Dapil III meliputi Wilayah Tidore Utara dan Tidore Selatan, maka surat suara di terima hanya 4 surat suara saja, yaitu surat suara Presiden dan Wakil presiden, Surat suara DPR RI, surat suara DPD RI dan surat Suara DPRD provinsi, sedangkan surat suara Kota tidak dapat, karena alamat dapilnya d Dapil 1, jadi yang mencoblos hanya 4 surat suara," Tambahnya

Di kesempatan ini pula ia menjelaskan bahwa misalkan pada hari Pemilihan si Pemilih alamatnya di Tidore tapi ingin pindah mencoblos di Halsel, maka yang bersangkutan hanya mendapatkan 3 surat suara, yakni surat suara Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, dan DPD RI, surat suara DPRD Provinsi dan kabupaten/kota tidak dapat karna beda dapil DPRD tingkat Provinsi, Halsel Dapil 4, sementara Tidore- Halteng - Haltim Dapil 3.

Berebeda jika para Pemilih berganti Alamat antar Propinsi, maka Pemilih hanya memperoleh 1 surat suara, yaitu surat suara Presiden dan Wakil Presiden.
Sementara untuk mencoblos yang benar dan sah adalah untuk surat Suara presiden dan wakil presiden dan DPD bisa mencoblos d nomor urut, foto Calon atau nama Calon. Jika DPR RI DPRD provinsi dan Kabupaten kota itu bisa mencoblos di Partai, Nomor urut Caleg, atau nama Caleg.

"Sementara untuk warna surat suara ada DPRD Kota berwarna hijau, surat suara DPRD provinsi berwarna biru, surat suara DPD RI warna merah, surat suara DPR RI warna kuning dan surat suara Presiden dan Wakil presiden berwarna, di rancangan PKPU berwarna hitam, tapi di medsos yang tersebar warna abu abu," Tutupnya. (Aidar
Bagikan:

Komentar