|
Menu Close Menu

Panwascam Tidore Utara Lantik 59 Anggota PTPS Kelurahan/Desa

Minggu, 24 Maret 2019 | Maret 24, 2019
Pelantikan PTPS Se-Kecamatan Tidore Utara (Foto: Aidar Salasa)
TIDORE- Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara melantik pengawasan tempat pemungutan suara (PTPS) Kelurahan/Desa pada Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019.

Pelantikan 59 anggota PTPS berdasarkan  berdasarkan Surat Keputusan (SK) Panwaslu Kecamatan Tidore Utara, Nomor: 01/PWSCAM-TDU/2019 tentang pengesahan, pengangkatan dan penempatan tempat tugas pengawasan TPS pada pemilihan DPR RI, DPD,DPRD dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden tahun 2019. Yang dikukuhkan oleh Ketua Panwascam Tidore Utara, Sukardi Daud, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan. Minggu (24/3/2019).

Ketua Bawaslu Kota Tikep, Bahrudin Tosofu, menyampaikan pelantikan ini merupakan suatu penghargaan bagi seluruh masyarakat kota Tidore Kepulauan, ketika teman-teman yang direkrut menjadi pengawas TPS, untuk mengawasi proses pemilihan pada 17 April 2019 ini.

" Selamat kepada anggota PTPS yang baru dilantik dan selamat bergabung di keluarga besar Bawaslu kota Tidore Kepulauan, oleh itunya sukses atau tidaknya semuanya kembali pada teman-teman, sebab ketika orang yang menyatakan kota Tidore sukses dalam pemilu itu bagian dari kesuksesan dari teman-teman PTPS itu swndiri," papar Baharudin.

Dikatakan pula, Kami melantik seluru panwas TPS ini untuk mengawasi TPS di tiap-tiap Kelurahan/Desa yang ada di kota Tikep. Karenanya bapak/ibu adalah unjuk tombak Bawaslu Kota Tidore untuk mengawasi dengan baik dalam setiap tahapan yang terjadi di tiap-tiap TPS, tutupnya.

Ditambahkan, Ketua Panwascam Tidore Utara Sukardi Daud  bahwa pemilu serentak pertama  kali di Indonesia, berbeda dari pemilu sebelumnya. Dimana Pemilu pileg dan pilpres dilaksanakan secara Serentak. Tentunya hal ini tidak boleh dipandang remeh oleh penyelengara pemilu oleh Pengawas TPS.

"Setidaknya PTPS menjadi garda terdepan dalam mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara Di di TPS agar berjalan sesuai dengan Asas Penyelengaraan Pemilu yang berlangsung Umum, Bebas,  Rahasia Jujur dan Adil," jelas Sukardi.

Sukardi pada kesempatan itu menghimbau kepada seluruh penyelengara pemilu agar menjaga integritas sebagai pengawas Pemilu, dan juga mengharapkan kepada seluruh pihak dan Stakeholder, mulai dari peserta pemilu, Pemerintah Kecamatan, Kapolsek, pemerintah Kelurahan/kepala desa,  Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda serta unsur penting lainnya agar sama-sama membangun sinergitas serta kerjasama yang baik khususnya di Kecamatan Tidore Utara untuk menjaga Kondisi yang kondisif di tengah-tengah masyarakat dan sama-sama mencegah dan meminimalisir potensi pelangaran Pemilu di  2019, ujarnya. (Aidar)
Bagikan:

Komentar