|
Menu Close Menu

Polisi Lambat Usut Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Bendahara Desa Ngofakiaha

Rabu, 13 Maret 2019 | Maret 13, 2019
 Sidikin Teki (Kuasa Hukum)
TOBELO -  Kasus pemalsuan tanda tangan yang di laporkan oleh Bendahara Desa Ngofakiaha Darmi terhadap Kepala Desa Fahri Yamin yang saat ini tengah di tangani oleh pihak kepolisian terkesan berjalan lambat. 

Hal itu disampaikan Sidikin Teki,  selaku kuasa hukum Darmi mengatakan bahwa kasus tersebut awalnya telah di laporkan di polsek Malifut, namun sampai saat ini belum ada perkembangan kasusnya. Bahkan yang bersangkutan (Fahri-red) belum pernah di panggil oleh pihak penyidik guna di mintai keterangan.

"Kasus ini penyidik polsek malifut terkesan lama dalam penanganannya. sebab, kasus ini merupakan tindak pidana ringan yang seharusnya sudah ada perkembangannya jenjang 30 hari pasca pelaporanya," tandas Sidikin

Ia menjekaskan kendala yang kami terima dari pihak polsek bahwa rekening koran untuk transaksinya enggan di berikan oleh pihak Bank.  Menurutnya, ini sangat tidak masuk akal, jika pihak bank tidak memberikannya rekening koran yang nota benenya menjadi bukti administratif atas dugaan pemalsuan tandatangan yang di lakukan oleh Kades Ngofakiaha kecamatan Malifut Fahri Yamin. 

" Alasannya sangat tak masuk akal, sehingga kasus ini sudah di Take Off ke Polres Halmahera Utara,"katanya.

Sebelumnya dari pengakuan bendahara Darmi. Bahwa ketika pencairan dana sebesar Rp. 10 Juta, dirinya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pencairan dan KTP-nya di pinjam oleh kades dengan alasan lain. namun di gunakan kades untuk mencairkan dana tersebut, tutupnya. (zha)
Bagikan:

Komentar