|
Menu Close Menu

Rektor UNNU, Dosen Malas Mengajar Diberikan Sangsi Penundaan Gaji

Senin, 11 Maret 2019 | 21.38



Rektor Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan, Idris Sudin 

TIDORE- Aksi tuntutan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan dalam beberapa hari kemarin atas sikap sejumlah dosen yang namanya termuat di dalam jadwal mata kuliah namun tidak pernah masuk mengajar.

Rektor Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan Idris Sudinpun angakat bicara, ia Menegaskan bahwa bagi dosen yang malas mengajar untuk saat ini telah diberikan sanksi berupa penundaan gaji jauh sebelum dirinya memimpin Universitas Nuku sejak tahun 2018 kemarin.
(Senin/11/03/2019)

“Saat ini sanksinya sudah jalan, jadi bagi Dosen yang tidak mengajar maka tidak akan diberi gaji, sementara soal nama mereka yang masih termuat dalam jadwal itu karena nama mereka sudah masuk dalam Forlap Dikti, jadi kami belum bisa menggantikan mereka kalau belum ada pengganti, sebab akan berpotensi menganggu proses akreditasi,” ujarnya.

Ketika disentil mengenai salah satu masalah yang dialami oleh Dosen Universitas Khairun Ternate yakni Aqsan Shadikin yang namanya dimasukan dalam jadwal mata kuliah tanpa confirmasi. Rektor mengaku bahwa hal itu dilakukan karena yang bersangkutan namanya sudah ada di Forlap Dikti. Dan diapun membenarkan bahwa yang bersangkutan memang benar belum diconfirmasi. Hal itu dikarenakan sebelumnya jadwal yang dikeluarkan, masih sementara dalam tahap revisi, namun saat ini yang bersangkutan sudah terkonfirmasi.

“Jadwal untuk semester genap ini ditetapkan pada tanggal 25 Januari, proses perkuliahan dimulai pada tanggal 1 Februari. dan proses belajar mengajar baru mulai jalan di bulan maret, karena pada bulan februari mahasiswa juga belum jelas ambil mata kuliah apa, karena banyak yang belum bayar SPP,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan bahwa apabila terdapat dosen yang namanya termuat dalam jadwal mata kuliah namun tidak masuk mengajar, selanjutnya menjadi kewenangan pihak Fakultas dalam hal ini Prodi, untuk memasukan Asisten Dosen guna mengisi kekosongan belajar mengajar terhadap mahasiswa, sehingga pembiayaan bagi Dosen yang namanya termuat dalam jadwal mata kuliah akan dialihkan kepada Asisten Dosen yang mengisi mata kuliah tersebut, meskipun tanpa adanya SK belajar yang dikeluarkan dari Prodi, karena asisten dosen hanya sebatas menggantikan dosen tetap yang telah di SK-kan.

“Mekanismenya, sebelum dosen diberikan mata kuliah maka dilakukan pertemuan terlebih dahulu di internal Prodi, namun rapat di internal prodi juga tidak mutlak harus diikuti oleh semua dosen, bisa saja dekan dan Kaprodi yang melakukan rapat pembagian mata kuliah, setelah itu baru diconfirmasi kepada dosen yang diberikan mata kuliah melalui SK yang dikeluarkan dari Prodi, namun yang terpenting pembagian mata kuliah harus sesuai dengan kompetensi dan beban kerja,” bebernya

Selain itu, ketika ditanyakan mengenai keluhan salah satu mahasiswa Agribisnis yang menyebutkan ada dosen yang tidak pernah masuk mengajar, tidak ada semester namun ada nilai yang diberikan kepada Mahasiswa.
Rektor mengaku bahwa dirinya belum terlalu tau dengan persoalan tersebut, sehingga dirinya akan menulusuri masalah itu.

Rektor menjelaskan bahwa dalam pemberian nilai yang dilakukan seharusnya memenuhi syarat-syarat yang berkaitan dengan komitmen antara dosen bersangkutan dengan mahasiswa, berupa pemberian mata kuliah, jika hal itu tidak dilakukan harus ada pemberian beban ujian untuk memperoleh nilai tersebut sehingga mahasiswa tidak dirugikan dari segi mata pelajaran.

“Tidak mungkin kalau prodi turun keliling mengecek dosen, lagipula saat ini Prodi masih kekurangan SDM, untuk itu kami harapkan kepada mahasiswa apabila ada dosen yang tidak masuk segera dilaporkan ke Prodi, karena kami harapkan mahasiswa ini berani menyampaikan hal itu jika berkaitan dengan hak mereka dalam belajar,” tambahnya. (Aidar)
Bagikan:

Komentar