|
Menu Close Menu

Sempat Dituding Malas Mengajar, Ini bantahan para Dosen Universitas NUKU

Kamis, 07 Maret 2019 | Maret 07, 2019

Universitas NUKU Kota Tidore Kepulauan


TIDORE- Kebijakan Program Studi (Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian Dan Kehutanan Universitas Nuku yang sebatas mencatut nama dosen untuk dimasukan dalam jadwal mata kuliah, namun dosen yang bersangkutan tidak pernah masuk mengajar.

Hal ini Mendapat protes keras dari sejumlah dosen yang namanya tercantum dalam jadwal tersebut.

Aqsan Shadikin SP. M.Sc, salah satu dosen dari Universitas Khairun ternate yang diperbantukan untuk mengajar di Universitas Nuku, Kepada wartawan media ini saat di Konfirmasi melalui via telepon, mengatakan bahwa alasan dirinya tidak masuk dan memberikan mata kuliah bukanlah sebuah kesengajaan, melainkan karena dirinya tidak diberitahukan terlebih dahulu dari pihak Prodi Kehutanan serta diberikan Surat Keputusan (SK) untuk mengajar sebagaimana Standar Operasional (SOP) akademik yang ditetapkan, sehingga ia pun tidak tau kalau namanya dimasukan dalam jadwal mata kuliah.

“Saya mengajar di Kampus Nuku kurang lebih lima tahun sejak kerjasama yang dibangun Universitas Nuku dan Unkhair, namun sejauh ini saya sudah tidak mendapat mata kuliah lagi karena tidak diconfirmasi oleh prodi bahkan tidak ada SK, untuk itu kalau saya dibilang malas mengajar saya protes dengan prodi kehutanan, karena saya tidak tau kalau nama saya dimasukan dalam jadwal,” ungkapnya.

Kendati demikian, Aqsan tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai pengajar di Universitas Nuku begitu saja, Sehingga dirinya mengaku siap untuk mengajar kembali di Universitas Nuku secara rutin,

"Apabila sudah ada SK yang dikeluarkan dari Prodi sebagai bentuk legalitas dosen untuk mengajar, kalau tanpa dibuktikan dengan SK maka tentu dosen yang mengajar bisa disebut sebagai dosen yang ilegal, dan saya berharap pihak kampus dapat memberikan teguran kepada Program Studi dalam hal kegiatan-kegiatan akademik, karena ini kelalaian dari program studi. kampus tentu tidak mengetahui kelalaian seperti itu,” Tambahnya

Ungkapan senada juga di utarakan Sabaria Niapele dosen tetap Universitas Nuku yang sebelumnya mendapat protes keras dari Para Mahasiswa Fapertahut pada saat unjuk rasa berapa hari lalu, karena namanya termuat dalam jadwal mata kuliah namun tak pernah masuk mengajar untuk mahasiswa kehutanan semester II, dihadapan Mahasiswa saat melakukan hearing terbuka sebelumnya, Sabaria mengaku dirinya tak bisa mengajar karena belum ada SK yang dikeluarkan dari Program Studi. Sehingga ia berjanji akan mengajar apabila sudah ada SK.

"Saya tak melakukan Proses mengajar, di karenakan manunggu Surat Keputusan," Tegasnya

Sementara itu Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Nuku Suhardi T. saat coba di Konfirmasi mengenai masalah tersebut namun bersangkutan belum dapat dikonfirnmasi, meskipun sudah dihubungi via telphone berulang kali.

Untuk diketahui berdasarkan data yang dikantongi Nusantaratimur.com ini dosen atas nama Aqsan Shadikin SP, M.Sc namanya dimasukan dalam jadwal mata kuliah untuk semester IV dengan memegang dua mata kuliah jurusan kehutanan diantaranya Pengk. Dan Perpetaan Hutan beserta Ilmu Ukur Tanah, sementara Sabaria Niapele, S.Hut, M.Sc merupakan dosen tetap Universitas Nuku Jurusan Kehutanan itu, diberi dua mata kuliah untuk Semester II diantaranya Pengantar Ilmu Kehutanan dan Ekologi Umum. (Aidar)
Bagikan:

Komentar