Internal Tuding Abubakar Nurdin Enggan Mengawal Hasil Perolehan Suara Pileg

Editor: nusantaratimur.com author photo
Abubakar Nurdin (Ketua DPD Partai Perindo Kota Tidore Kepulauan)
TIDORE-   Internal tuding Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Tidore Kepulauan Abubakar Nurdin enggan mengawal hasil perolehan suara caleg maupun suara partai.

Hal itu berimbas ketika pemilihan berlangsung Abubakar Nurdin  diharapkan dapat membiayai saksi partai khususnya di daerah pemilihan (Dapil) III  Kecamatan Tidore Selatan dan Kecamatan Tidore Utara  agar supaya suara caleg maupun suara partai dapat dikawal. 

Menurut Ketua  PAC Partai Perindo Tidore Selatan Ibnu Sandy Adam bahwa dana saksi  ada, namun pada saat pemilihan tak kunjung di realisasikan sehingga sebagian TPS di Dapil III tak diisi oleh saksi dari Partai Perindo. Hal itu tentu sangat merugikan internal Partai Perindo karena suara milik calon anggota legislatif dari Partai Perindo khususnya di Dapil III tidak bisa terkawal dengan baik. Padahal jauh sebelumnya sudah dilakukan pembicaraan secara internal bahwa untuk dana saksi akan ditanggulangi oleh Partai, dan itu menjadi tanggung jawabnya Abubakar Nurdin selaku Ketua Partai.

“Soal biaya saksi itu nanti ditanggung oleh partai karena dananya telah disiapkan oleh DPW. Namun dalam perjalanan Abubakar malah menghilang dan sampai sekarang tidak ada kabar dari yang bersangkutan, sehingga mau tidak mau sebagian saksi dari partai Perindo menjadi tanggung jawab dari masing-masing caleg,” ujar Ibnu Sandy Adam kepada media ini dengan nada kesal ketika ditemui di Posko Pemenangan Partai Perindo, Kelurahan Tongawai, Kota Tidore Kepulauan. Senin (22/4/2019).

Ibnu Sandy sendiri  merupakan caleg Partai Perindo Dapil III yang sukses meraup suara di atas 500 lebih itu. Sehingga pihaknya meminta kepada Pengurus DPW Partai Perindo Provinsi Maluku Utara maupun DPP Partai Perindo agar dapat memberikan sanksi tegas kepada Abubakar Nurdin berupa pemecatan, demi menjaga nama baik Partai Perindo di Kota Tidore Kepulauan.

“Kami sudah bersepakat kalau usai pemilihan semua Formulir C1 akan dikumpulkan oleh Abubakar itu khususnya untuk caleg Dapil III, namun saat pemilihan sampai selesainya pemilihan Abubakar malah tidak berada di tempat dan tidak mengumpulkan formulir C1, sehingga kami sangat kesulitan mengawal suara Partai, Karena saksi kami juga terbatas. bahkan untuk rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, sampai sekarang belum ada saksi yang disiapkan oleh Partai,” cecarnya.  

Ironisnya, Kata Ibnu Sandy sikap Abubakar Nurdin yang terkesan tidak peduli dengan kontestasi politik di 2019 ini, sehingga ikut memantik kekecewaan yang amat mendalam terhadap pendukung partai Perindo yang berada di Kelurahan Tongowai, tuturny. 

Ditambahkan, Ardenan Mahmud selaku Koordinator Tim Pemenang Ibnu Sandy Adam di kelurahan Tongowai. Ia menuturkan selain Abubakar gagal mengatur internal Partai dengan baik. sebelumnya Abubakar juga pernah datang di kelurahan Tongowai dan menggaransikan bahwa dirinya akan mengantongi 300 Suara. Namun setelah pemungutan suara, Abubakar yang merupakan Ketua Partai Perindo itu hanya mampu meraup 50 Suara, hal itu tentu menambah kekecewaan pendukung Partai Perindo di kelurahan Tongowai karena dianggap Abubakar telah berbohong dan tidak serius berkompetisi di 2019.

“Sikap Abubakar ini telah melukai banyak orang di Tongowai terutama pendukungnya Ibnu Sandy,  masa ketua Partai hanya bisa dapat 50 suara, ini tentu sangat memalukan. untuk itu jika dia (Abubakar) masih dipelihara sebagai Ketua DPD Partai Perindo Kota Tikep, maka ke depan kami sudah tidak akan ikut lagi Partai Perindo, karena kami tidak mau bekerja sama dengan Ketua Partai seperti ini,” tukas Ardenan.  (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini