|
Menu Close Menu

Jaksa Bakal Jemput Paksa Fadli S Tuanany

Sabtu, 13 April 2019 | April 13, 2019
Fadli S. Tuanany 
TERNATE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate akan melakukan penjemputan paksa terhadap Fadli S. Tuanany mengenai keterlibatan kasus suap penyidik senilai uang Rp 10 juta.

Kasi Pidsus Kejari Ternate Toman Ramndey ketika di konfirmasi membenarkan penjemputan paksa terhadap Calon Anggota DPRD Provinsi PDI-Perjuangan Dapil IV Kabupaten Halmahera Selatan. 

" Kami akan menjemput paksa tersangka suap atas nama Fadli S. Tuanany karena kita sudah melayangkan surat pemanggilan pertama terhadap yang bersangkutan pada Bulan Maret 2019 hingga awal April 2019, namun tersangka, tidak penuhi surat pemanggilan itu sebanyak 2 kali namun dia (Fadli) tidak memenuhinya, untuk itu kami akan panggil secara paksa," ujar Toman Ramndey kepada media ini. Sabtu (13/4/2019).

Menurut Toman, surat pemanggilan pertama dan kedua itu sudah di ketahui oleh isterinya, dan isterinya pun membenarkan hal tersebut, namun sampai saat ini Fadli mangkir dari panggilan ketiga, untuk itu pihaknya akan melakukan penangkapan di tempat. Sebab itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya dan menyampaikan surat putusan Mahkamah Agung.

 " Kami pun dapat dua alamatnya dari kuasa hukum diantaranya Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan dan Keluarahan Kampung Makassar Kecamatan Ternate Tengah, kami sudah mendatangi rumah tersebut untuk menyampaikan soal pemanggilan ketiga dan sampai dia (Fadli) tidak hadir maka kami panggil paksa, " tegasnya.

Masih kata Toman, berdasarkan  informasi terakhir tersangka berada di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) sehingga  pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kejari Halsel serta pihak kepolisian agar dapat membantu untuk menahan Fadli S. Tuanany.

" Dalam waktu dekat ini akan tangkap paksa karena sudah mangkir dari pemanggilan jaksa," tegasnya.

Sekedar di ketahui Fadli S. Tuanany merupakan  seorang pengacara yang terlibat kasus suap kepada salah satu penyidik Kepolisian, senilai Rp 10 juta dalam  menangani perkara kliennya  yakni Ketua DPRD Halmahera Tengah bernama Rusmini Sadar Alam yang terlibat dalam kasus pengrusakan fasilitas PT. Fajar Bhakti Lintas Nusantara yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Tengah. 

" Atas kasus tersebut Fadli S. Tuanany di tetapkan sebagai tersangka oleh Dirreskrimsus Polda Malut beberapa waktu lalu. Saya rasa dia sudah tahu prosedurnya seperti apa karena dia seorang pengacara, tapi kenapa dia tidak penuhi pemanggilan pertama, kedua dan ketiga," pungkasnya. (red)
Bagikan:

Komentar