|
Menu Close Menu

Ahmad Ishak: Al Yasin Ali Lupa Diri

Rabu, 22 Mei 2019 | Mei 22, 2019
Ketua DPC PDIP Kota Tikep Ahmad Ishak

TIDORE -   Perseteruan Wakil Gubernur Maluku Utara Al Yasin Ali dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  PDI-Perjuangan Provinsi Maluku Utara kian memanas. 

Mengenai tuduhan Al Yasin Ali yang di alamat kepada partai besutan Megawati ini yang di nilai telah mencampuri urusan pemerintahan dibawah kepemimpinan KH. Abdul Ghani Kasuba -M. Al Yasin Ali  (AGK-YA) sebagaimana diberitakan di beberapa media.

Ketua DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak menilai bahwa wakil gubernur Al Yasin Ali baru menjabat sudah mulai lupa diri. “ Baru menjabat saja mulai lupa diri," tukas  Ahmad Ishak kepada wartawan media ini melalui via telepon, Selasa ( 21/5/2019) malam tadi sekitar pukul 12:00.

Masih kata Ahmad Ishak, wagub lupa diri  kalau pertarungan politik kemarin itu kader partai di Maluku Utara ini berdarah-darah. Apalagi PSU kami ini semua diperintahkan untuk turun di wilayah PSU seperti, di Sula, Taliabu kemudian Enam Desa yang ada di Halbar dan Halut. 

" Selaku Ketua DPC PDIP Kota Tikep saya mengutuk keras pernyataan dari wakil gubernur, dia (wagub-red) segera agar meminta maaf kepada kaders partai di Maluku Utara bahkan di DPD maupun DPC atas statemennya,” tegasnya.

Ishak menambahkan, kami akan melakukan konsolidasi di seluruh kaders partai di Kota Tidore Kepulauan dalam waktu dekat ini kami akan mendatangi di kantor Gubernur Maluku Utara untuk menemui wagub untuk meminta dirinya melakukan klarifikasi terkait dengan statemen yang sudah mengecewakan PDIP secara institusi.

“ Statemen kemarin itu kapasitas sebagai wakil gubernur jadi kami akan datangi di kantor gubernur minta beliau menarik pernyataan itu,” ujarnya.

Olehnya itu, wagub tidak boleh mengabaikan partai ini, karena dari partai ini mereka berdua terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur yang menyebabkan Ketua DPD PDIP Malut menjadi korban. 

Selain itu, AGK-YA pada Pilgub kemarin  mereka berdua telah diselamatkan oleh PDIP dan PKPI. Karenanya PDIP tidak bermaksud mengintervensi kewenangan gubernur dan wakil Gubernur, namun dua partai ini berkewajiban untuk memberikan masukan.

" Jadi dalam waktu dekat ini kami dari kader partai PDI Perjuangan Kota Tikep akan turun ke gosale puncak untuk menemui wagub untuk klarifikasi dan meminta maaf kepada PDIP,” tutupnya. (dar)

Bagikan:

Komentar