|
Menu Close Menu

Didemo Pemuda Sofifi, Gubernur Malut Naik Pitam

Senin, 27 Mei 2019 | Mei 27, 2019
Ekpresi Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba saat memarahi pengunjuk rasa (Foto : eric)
SOFIFI – Gubernur Maluku Utara KH. Abdul Ghani Kasuba (AGK) naik pitam alias marah, ketika di demo Forum Komunikasi Pemuda Kota Sofifi (FOKUS) melakukan aksi unjuk rasa (unras) di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara  di jalan Trans Halmahera,  Gosale Puncak Sofifi, Senin (27/5/2019).

Kemarahan AGK memucak saat dirinya sedang melaksanakan sholat dzuhur berjamaah bersama Wakil Gubernur  M. Al Yasin Ali (YA) beserta pimpinan SKPD dan ASN di masjid  Pemerintah Provinsi Maluku Utara, namun tiba-tiba datang sekelompok pendemo yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pemuda Kota Sofifi sontak langsung melakukan orasi di depan masjid.

Bahkan, unras Pemuda sofifi sempat menghentikan orasi mereka beberapa menit, karena mengetahui Gubernur dan Wakil Gubernur beserta ASN sedang melaksanakan sholat berjamaah. 

Usai AGK melaksanakan sholat berjamaah, Pemuda Kota Sofifi melanjutkan orasi, namun rupanya AGK yang belum mengetahui substansi masalah, karena  terganggu dengan bunyi  pengeras suara (Sound System) yang membahana dari pendemo, membuat AGK marah ketika keluar dari masjid sambil berteriak ke arah pengunjuk rasa.

Karena saking emosi, AGK langsung mendatangi pengunjuk rasa dan memarahi pendemo, karena tidak menghargai orang yang sedang melaksanakan sholat, sehingga terjadi adu mulut dengan salah satu orator.

Usai adu mulut dengan pendemo, AGK kemudian meninggalkan para pengunjuk rasa yang dikawal ajudannya untuk menaiki mobil dinasnya untuk kembali beraktivitas di ruang kerjanya.

Tak cukup sampai di sini, para pengunjuk terus melakukan orasi dengan beberapa tuntutan untuk program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Malut  KH. Abdul Ghani Kasuba dan M. Al Yasin Ali (AGK-YA) yang baru saja dilantik oleh Presiden Jokowi tanggal 10 Mei 2019. 

Pertama, Stop melalukan kegiatan-kegiatan SKPD di Kota Ternate. Kedua, Putuskan kontrak kerja dengan kapal cepat Bahari Expres. Ketiga, Prioritaskan Pembangunan Kota Sofifi. Empat, Prioritas tenaga honorer untuk putra-putri daerah. Kelima, Mendesak AGK-YA untuk serius mengurus kota sofifi. Keenam, AGK-YA harus tegas terhadap ASN yang malas berkantor.

Tak lama kemudian AGK turun dari  ruang kerjanya, untuk melakukan hearing terbuka bersama pengunjuk rasa bahwa akan menindaklanjuti 6 tuntutan yang disampaikan Forum Komunikasi Pemuda Kota Sofifi.

“ Mengenai kapal cepat tidak ada kontrak, urus kota sofifi kami sudah upaya melakukannya, kemudian tenaga honorer putra-putri daerah kita prioritaskan,” ujar AGK   

AGK juga meminta maaf  atas aksinya terhadap pengunjuk rasa. “  saya tadi sadiki khilaf, untuk itu saya memohon maaf, dan  terima kasih banyak, insya allah 6 poin ini saya pegang dan usahakan, karena ini program kita sebenarnya,” tutupnya. (ric)  

  




Bagikan:

Komentar