|
Menu Close Menu

Ketua NU Minsel dan Imam Masjid Raya Amurang Tolak Aksi 'People Power'

Rabu, 15 Mei 2019 | Mei 15, 2019

(Ketua Nahdlatul Ulama Minsel dan Imam Masjid Raya Al-Muminun Amurang)

MINSEL – Pasca pesta demokrasi pemilu Pilpres 17 April 2019 lalu. Yang dinilai oleh sejumlah kelompok bahwa ada kecurangan dalam perhitungan suara yang dilakukan  oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu menimbulkan aksi yang dinamakan sebagai gerakan "People Power".

Pasalnya, aksi ini banyak kalangan pemuka agama yang menilai bahwa gerakan tersebut mengancam keutuhan NKRI. 

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Minahasa Selatan menilai ajakan aksi " people power" meresahkan masyarakat. Apalagi ajakan aksi tersebut banyak diserukan dan tersebar melalui sejumlah media sosial jelang diumumkannya hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilu oleh KPU RI yang dijadwalkan pada tanggal  22 Mei mendatang.

“ Merespon gerakan people power sejumlah tokoh agama serta pemuka agama di Minahasa Selatan secara tegas menolak aksi itu, karena gerakan  people power menurut NU merupakan tindakan kurang tepat. Olehnya itu, NU menyerahkan semua hasil pemilu kepada yang lembaga berwenang yakni KPU,” ujarnhya.

Ia pun meminta masyarakat untuk saling menjaga ketertiban dan kenyamanan, terlebih pada bulan suci Ramadhan ini.

"Mari kita percayakan hasil pemilu 2019 kepada petugas penyelenggara pemilu atau KPU. Bila tidak puas, silahkan menyelesaikan permasalahan sesuai aturan yang berlaku," tutur ketua Nahdlatul 'Ulama Minsel Hi.Rusly Karim, (15/05/2019).

Imbauan senada juga datang dari Ketua Imam Masjid Raya Al-Muminun Amurang Hi.Nurdin Parewa. Menurutnya, 'People power' ini berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Nurdin mengajak para ulama maupun tokoh agama di manapun berada untuk tidak terpancing terhadap ajakan yang bisa mengancam keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila ini.

“Mari kita jaga kerukunan demi keutuhan NKRI dan yang berlandaskan Pancasila,” ujarnya. (Ir)


Bagikan:

Komentar