Pleno KPUD Kepsul Menelan Korban, Satu Orang Saksi Partai Meninggal Dunia

Editor: nusantaratimur.com author photo
Almarhum Abubakar Gailea mendadak pingsang di ruang rapat pleno rekapitulasi suara sebelum menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sanana (Foto: Dino)

SANANA - Rapat pleno terbuka perhitungan suara yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang baru berlangsung dua hari telah menelan korban, satu orang meninggal dunia bernama Abubakar Gailea

Abubakar Gailea merupakan saksi partai  Demokrat sekaligus Calon Anggota DPRD Kabupaten Kepsul yang menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sanana setelah mendadak pingsan di ruang  rapat pleno terbuka penghitungan suara oleh KPUD Kabupaten Kepsul. Rabu (01/05/2019)

Menurut Idham,  saksi mata yang berada di TKP  menyatakan korban mengalami pingsan ketika sedang berdebat dengan Komisioner KPUD  Kepsul mengenai perolehan suara. 

Di mana Abubakar Gailea ngotot meminta KPUD agar membuka kotak suara dan mengitung kembali angka-angka perolehan suara melalui kertas suara di Kecamatan Sulabesi Barat.

”Iya, beliau jatuh pingsan saat berdebat dengan komisioner KPU Kepsul. Intinya beliau meminta agar KPU membuka kembali kotak suara dan mengitung ulang kertas suara, karena banyaknya kecurangan yang terjadi. Almarhum juga meminta KPU Malut dan Bawaslu Maluku Utara untuk mengambil alih semua tahapan dan proses pemilu di Kabupaten Kepulauan Sula” tutur Idham kepada awak media ini.

Pantauan Nusantaratimur.com  berdebatan alot tidak terhelatkan sejak  rapat pleno dibuka sekitar pukul 10.00 WIT.  Hal ini akibat Komisioner KPU Kepsul langsung memerintahkan PPK Kecamatan Sulabesi Barat untuk membaca rekapitulasi Kecamatan.

Padahal para saksi masih memperdebatkan banyaknya perbedaan angka-angka perolehan suara, jumlah DPT, jumlah pengguna hak pilih dan jumlah pengguna DPTb.  

Tensi tinggi ketika perdebatan semakin memanas dan nyaris chaos di ruang rapat pleno. Maka Ketua KPU Kabupaten Kepsul Yuningsih Ayuba memerintakan aparat keamanan untuk mengeluarkan para-saksi yang tidak tertib dari dalam ruangan rapat pleno.  

Tak hanya itu, situasi rapat pleno tidak lagi terkontrol, sehingga Ketua KPUD Kepsul tiba-tiba mengetok palu dan mengesahkan hasil perolehan suara DPRD Provinsi.

Akibatnya, forum pleno semakin tidak bisa dikendalikan, namun KPU Kepsul tetap melanjutkan sidang dengan membaca rekapitulasi Kabupaten sampai selesai, tanpa memberikan kesempatan kepada Bawaslu Kabupaten dan saksi untuk menyampaikan tanggapan.

Almarhum Abubakar Gailea jatuh pingsan dan kemudian dibawa ke bagian belakang ruang rapat pleno untuk mendapat pertolongan medis. Selanjutnya Abubakar Gailea dilarikan ke RSUD Sanana dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Terpisah, Bustamin Sanaba yang juga saksi Partai Demokrat kepada Nusantaratimur.com mengatakan perdebatan ini alot karena saksi mempertanyakan keakuratan data yang disampaikan oleh PPK Kecamatan Sulabesi Barat. Sebab pada form C1 yang dimiliki partai, jumlah suara Abubakar Gailae tercatat 92 suara, namun yang tertulis pada rekapitulasi Kecamatan hanya 91 suara.

"Kecurangan yang berlangsung di Sula ini sistematis, terstruktur dan massif. Oleh sebab itu kami meminta KPU dan Bawaslu Provinsi untuk mengambil alih seluruh tahapan pemilu di Kabupaten Kepulauan Sula. Sekarang sudah jatuh korban, jangan sampai jatuh korban yang lebih banyak lagi, ujar Bustamin yang juga  eks Ketua KPUD Kabupaten Kepsul. (cul)
Share:
Komentar

Berita Terkini